BolaSkor.com – Sekretaris Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur (Jatim), Amir Burhannudin, menjelaskan alasan mengapa Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) masuk kandidat venue Piala Dunia U-20 2021.

Ketika PSSI bertemu dengan pemerintah pusat, dan mengutarakan niat untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, nama Stadion GBT sudah termasuk dalam daftar sepuluh stadion yang menjadi kandidat.

“PSSI paham bahwa GBT sudah memenuhi standar FIFA. Hanya saja butuh sedikit polesan. Termasuk tempat duduk penonton yang belum single seat,” jelas Amir kepada BolaSkor.com.

Kemudian, PSSI pusat menugaskan PSSI Jatim untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya sebagai pemilik Stadion GBT. Perwakilan PSSI Jatim pun menemui Wali Kota Tri Rismaharini pada akhir Agutus 2019.

Pada saat itu, Risma menyambut baik dan mendukung langkah PSSI untuk mencalonkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Risma juga menulis surat kesiapan perbaikan Stadion GBT, dan pembangunan fasilitas penunjang lainnya.

Baca Juga:

Beberapa Poin Penting Usai Ketum PSSI Iwan Bule Menghadap Menpora

Singgung Luis Milla, Ketum PSSI Iwan Bule Masih Menimbang Pelatih Timnas di Piala Dunia U-20 2021

Pertemuan kedua dilakukan awal Oktober lalu. Kali ini Sekjen PSSI Ratu Tisha turut hadir di Surabaya, dan bertemu langsung dengan Risma. Di hadapann Tisha, Risma kembali menegaskan kesiapan Surabaya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

“Semuanya sudah menjadi bahasan antara PSSI dengan Pemkot Surabaya. Termasuk di dalamnya adalah infrastruktur aksesnya, dan infrastruktur stadionnya,” bilang pria yang berprofesi sebagai lawyer itu.

“Kemudian hal-hal lain semisal sampah, destinasi pariwisata, akses airport ke tempat penginapan, akses infrastruktur lapangan latihan, itu semua sudah dibahas dengan Bu Risma ketika Bu Sekjen datang ke Surabaya,” imbuhnya.

Amir menambahkan bahwa Risma siap memperbaiki kekurangan di stadion GBT. “Segala kekurangan dan segala sesuatu yang harus tersedia, itu disampaikan semua oleh Bu Sekjen. Bu Risma bilang yes, dan akan dipenuhi,” ungkap Amir.

Amir mengakui bahwa PSSI Jatim maupun PSSI pusat memang belum menghadap Gubernur Jatim, Khofifah Indra Parawansa. Sebab, ketika proses bidding tengah berlangsung, mereka berkonsentrasi penuh kesepuluh venue yang diajukan.

Baca Juga:

Langkah Awal Ketum PSSI Iwan Bule: Timnas Indonesia U-23 Harus ke Final SEA Games hingga Piala Dunia U-20 2021

FIFA Akan Pilih Enam dari Sepuluh Stadion yang Diajukan PSSI untuk Piala Dunia U-20 2021

Artinya, saat proses bidding terjadi, PSSI berkomunikasi langsung dengan penanggung jawab, atau pemilik stadion. Misal di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. PSSI berkomunikasi dengan Pemprov Sumatera Selatan sebagai pemilik stadion itu.

Hal yang sama juga berlaku dengan Stadion Mandala Krida di Yogyakarta. Mereka juga berkomunikasi dengan Pemprov Jogja. “Kalau di Solo ya dengan Wali Kota Solo. Di Surabaya ya dengan Wali Kota Surabaya. Karena host city-nya di sana,” jelasnya.

Amir berharap penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia berjalan sukses. Dan, Surabaya termasuk dalam enam kota yang terpilih untuk menyelenggarakan event akbar tersebut.

“Kepada semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan impian yang tidak didapatkan oleh semua negara, bahkan semua kota,” harap Amir. (Laporan Kontributor Keenan Wahab/Surabaya)