BolaSkor.com - Sepak bola Jerman kehilangan ikon sekaligus salah satu legenda terbaik mereka. Gerd Muller, yang juga legenda Bayern Munchen, meninggal dunia pada usia 75 tahun setelah sebelumnya berjibaku melawan penyakit Alzheimer.

"Hari ini dunia FC Bayern bersama. Klub dan semua penggemarnya berduka atas kematian Gerd Muller, yang meninggal pada Minggu pagi di usia 75 tahun," tutur laman resmi Bayern.

"Muller membuat sejarah dengan Bayern dan tim nasional Jerman. Dia mencetak 566 gol yang luar biasa dalam 607 penampilan kompetitif untuk Bayern dan masih memegang rekor gol terbanyak yang dicetak di Bundesliga dengan 365 gol, serta menjadi pencetak gol terbanyak tujuh kali. Dia punya 68 gol dalam 62 caps untuk tim nasional."

Muller dikenang sebagai ikon sepak bola dunia dengan kualitasnya sebagai striker mematikan di eranya. Bersama Bayern Muller punya 566 gol dari 607 penampilan dan juga rekor 365 gol di Bundesliga.

Baca Juga:

Legenda Jerman dan Bayern Munchen, Gerd Muller Meninggal Dunia

Komentari Mantan, Toni Kroos Yakin Bayern Munchen Masih Terlalu Kuat

Tidak Ikut Berburu Lionel Messi, Bayern Pilih Gembosi Kekuatan Tim Rival

Gerd Muller

Muller bermain selama 15 tahun di Bayern pada periode 1964-1979 dan memenangi tiga trofi Liga Champions di sana. Dua pencapaian terbesarnya dengan timnas adalah membawa Jerman Barat juara Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974.

Gerd Muller di Mata Mantan Kiper Timnas Italia

Enrico Albertosi, mantan kiper timnas Italia medio 1961-1974, serta eks kiper Cagliari dan AC Milan pernah berhadapan langsung dengan Muller pada Piala Dunia 1970 antara Jerman melawan Italia.

Italia mengalahkan Jerman Barat dengan skor 4-3 dan ini diingat sebagai laga terbaik abad itu. Albertosi mengingat Muller sebagai monster atau binatang buas ketika sudah berada di kotak penalti lawan.

"Dua golnya benar-benar menempatkan kami pada titik krisis. Kami memimpin sepanjang pertandingan, lalu Schnellinger memaksa kami ke perpanjangan waktu dan dua gol Muller membuat kami takut akan yang terburuk. Untungnya, kami mampu bereaksi dengan cara yang luar biasa dengan Gianni Rivera dan menang 4-3," kenans Albertosi dikutip dari Football-Italia.

"Muller adalah binatang buas. Dia tidak membiarkan apapun masuk ke dalam kotak penalti, Anda tidak bisa membuat kesalahan sekecil apapun, karena dia selalu siap untuk masuk. Dia tidak terlalu tinggi dan sebenarnya cukup kekar untuk seorang penyerang tengah, tetapi tidak terkalahkan di kotak penalti."

"Pertandingan itu akan selalu spesial dan membuat kami bangga, tapi satu hal yang pasti, pertandingan itu tidak akan seindah tanpa Gerd Muller."