BolaSkor.com - Barcelona harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Getafe dalam lanjutan LaLiga 2020-2021 di Stadion Coliseum Alfonso Perez, Minggu (18/10) dini hari WIB. Tim asuhan Ronald Koeman itu takluk dengan skor tipis 0-1.

Hasil tersebut tentu cukup mengejutkan jika melihat reputasi sang lawan. Ini merupakan kali pertama sejak November 2011, Getafe mampu mengalahkan Barcelona.

Padahal Barcelona tampil relatif normal. El Barca mendominasi hampir semua statistik pertandingan.

Baca Juga:

Hasil Pertandingan Liga-liga Eropa: Manchester United Bangkit, Real Madrid dan Barcelona Kalah Mengejutkan

Barcelona Tanpa Marc-Andre ter Stegen di El Clasico

Ronald Koeman Tolak Permintaan Antoine Griezmann untuk Perankan Nomor 10 di Barcelona

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman

Barcelona mampu mendominasi penguasaan bola dengan persentase mencapai 73 persen. Jumlah operan mereka juga hampir tiga kali lipat dari Getafe yaitu 617 operan berbanding 217 operan.

Namun keunggulan statistik tersebut seolah hanya menjadi dominasi semu. Pada kenyataannya, Barcelona kesulitan membongkar pertahanan Getafe.

Sepanjang 90 menit pertandingan, Barcelona hanya mampu melepaskan satu tembakan ke arah gawang. Mereka bahkan gagal melakukan hal itu di sepanjang babak kedua.

Sebaliknya, Getafe mampu empat kali mengancam gawang Barcelona yang dikawal Neto. Salah satunya membuahkan hasil pada menit ke-56 lewat penalti Jaime Mata.

Koeman sendiri coba memberikan pembelaan terkait kesulitan tim asuhannya membongkar pertahanan Getafe. Menurutnya, tim lawan melakukan segala cara untuk menghentikan pergerakan pemain depannya.

"Kami tahu ini adalah tempat yang sangat sulit untuk didatangi. Namun kami mencoba untuk membangun permainan dan memindahkan bola dengan cepat, tapi mereka terus mengganggu dengan pelanggaran," kata Koeman usai laga.

Tren tumpulnya lini depan Barcelona sebenarnya sudah terlihat dari laga sebelumnya saat bermain imbang 1-1 kontra Sevilla, Saat itu, mereka juga hanya mampu melepaskan satu tembakan ke gawang.

Hal ini menjadi sinyal bahaya bagi Barcelona yang harus segera diperbaiki. Apalagi pekan depan mereka akan menantang Real Madrid dalam laga bertajuk El Clasico.