BolaSkor.com - Apa yang terjadi di Rusia pada pertengahan 2018 adalah pil pahit bagi tim nasional Jerman. Namun, ada satu momen manis yang bisa terus dikenang.

Pelatih tim nasional Jerman, Joachim Low, membawa armada terbaik pada Piala Dunia 2018. Pemain-pemain senior seperti Manuel Neuer, Sami Khedira, Toni Kroos, Mesut Ozil, hingga Mario Gomez masuk dalam daftar skuat.

Pemain-pemain tersebut dipadukan dengan bintang-bintang muda seperti Timo Werner, Julain Draxler, dan Joshua Kimmich.

Die Mannschaft datang ke Rusia dengan kepercayaan diri tinggi. Selain punya materi pemain bintang lima, Jerman juga merupakan juara bertahan. Ya, Jerman menjadi yang terbaik pada Piala Dunia 2014 setelah menekuk Argentina di laga puncak.

Baca juga:

Tertinggal dari Italia dan Inggris, Timnas Jerman Bukan Favorit Juara Piala Eropa 2020

30 Tahun Runtuhnya Tembok Berlin: Susunan 11 Pemain Terbaik Kombinasi Jerman Timur dan Barat

Gol Toni Kroos

Berdasarkan undian, Jerman masuk Grup F bersama Meksiko, Swedia, dan Korea Selatan. Di atas kertas, bukan perkara sulit bagi Jerman melaju ke babak berikutnya.

Pada laga perdana, Jerman menghadapi Meksiko. Die Mannschaft menempatkan Timo Werner sebagai ujung tombak. Sementara itu, Thomas Muller memberikan sokongan.

Akan tetapi, upaya Jerman menjebol gawang Meksiko tidak ada yang membuahkan hasil manis. Meksiko yang terus ditekan justru bisa mendulang gol pada menit ke-35 melalui aksi Hirving Lozano. Kabarnya, gol tersebut membuat dataran Meksiko bergetar.

Kekalahan membuat Jerman wajib menang pada laga kedua. Namun, lawan yang dihadapi tidak mudah yakni Swedia.

Bahkan, Swedia unggul terlebih dahulu pada menit ke-32 melalui Ola Toivonen pada pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Olimpiade Fisht, tepat satu tahun yang lalu itu. Hingga babak pertama usai, itu merupakan satu-satunya gol yang tercipta.

Permainan menjadi lebih hidup usai Jerman mencetak gol pada menit ke-48. Marco Reus menyambut umpan Werner dari sisi kiri.

Keajaiban datang bagi Jerman pada menit ke-90+5. Ketika laga diprediksi akan berakhir imbang, Toni Kroos muncul sebagai pahlawan.

Gelandang Real Madrid itu mencetak gol melalui tendangan bebas. Posisi bola terbilang sulit karena berada di sudut kiri.

Toni Kroos sangat cerdik pada proses gol tersebut. Sadar sudut menembak sempit, ia bekerja sama dengan Reus yang kemudian memberikan umpan kembali kepadanya.

Kemenangan 2-1 membuat peluang Jerman tetap hidup.

Untuk lolos, Jerman harus menang pada laga terakhir melawan Korea Selatan dengan selisih minimal dua gol atau melebihi hasil Swedia kontra Meksiko.

Kazan Arena menjadi area pertarungan hidup mati timnas Jerman. Toni Kroos dan kawan-kawan akan menghadapi Korea Selatan yang pada dua laga sebelumnya keok.

Apa yang diharapkan Jerman tidak terwujud pada laga tersebut. Sepanjang laga, Jerman gagal menembus pertahanan berlapis yang diterapkan pelatih Korea Selatan yang saat ini menukangi Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Luka Jerman kian dalam karena Korea Selatan mencetak dua gol pada masa injury time. Kim Young-gwon (90+3) dan Son Heung-min (90+6) melengkapi penderitaan Der Panzer.

Timnas Jerman gagal lolos (New York Times)

Pada akhirnya, Jerman angkat koper karena di laga lainnya Swedia menggulung Meksiko tiga gol tanpa balas. Bahkan, yang lebih memalukan, Jerman menjadi juru kunci Grup F.

Berdasarkan statistik Opta, itu merupakan kali pertama Jerman gagal melenggang ke babak 16 besar Piala Dunia sejak 1938. Jerman juga menjadi juara bertahan ketiga yang gugur pada fase grup setelah Italia (2010) dan Spanyol (2014).

Kegagalan tersebut berbuntut panjang. Sorotan tajam diberikan kepada Joachim Low yang dianggap gagal meramu taktik terbaik. Apalagi, Low tidak membawa Leroy Sane yang tampil gemilang bersama Manchester City.

Selain itu, hujan kritik juga menimpa Mesut Ozil. Meski tak banyak beraksi, namun Ozil dijadikan kambing hitam dari kegagalan Jerman. Gelandang Arsenal itu dituntut memberikan dampak lebih mengingat status sebagai pemain senior.

Piala Dunia 2018 memang merupakan sejarah kelam bagi timnas Jerman. Namun, ada satu momen yakni gol tendangan bebas Toni Kroos yang tak layak dihapus dari ingatan.