BolaSkor.com - Pep Guardiola sudah menangani Manchester City sejak 2016. Enam tahun melatih The Citizens sukses memenangi tiga titel Premier League, empat Piala Liga, dan satu Piala FA. Man City juga konsisten bersaing di papan atas.

Guardiola menyulap City jadi tim yang menghibur dengan permainan sepak bola ofensif. City juga terus bersaing di papan atas Premier League serta Liga Champions, meski faktanya Guardiola belum mengakhiri kutukannya dalam memenanginya lagi.

Kendati demikian selama pelatih berusia 51 tahun masih menangani City maka klub akan selalu bersaing di level tertinggi. Begitu juga dengan Jurgen Klopp di Liverpool.

Transisi dengan pergantian pelatih tidak pernah mudah dan lihat saja tim seperti Manchester United, tak ayal fans Liverpool dan Manchester City bisa saja harap-harap cemas jika Klopp dan Guardiola meninggalkan klub.

Baca Juga:

7 Fakta Menarik Usai Real Madrid Singkirkan Manchester City di Semifinal Liga Champions

Manchester City Berniat Bajak Paul Pogba

Bersaing dengan Rival Sekota, Man City Juga Kejar Frenkie de Jong

Guardiola saat ini masih bertahan di City, tetapi ada momen atau satu pengecualian yang dapat membuatnya hengkang dalam sekejap jika terjadi. Apa itu?

Sebagaimana dilansir dari Guardian, Guardiola akan pergi apabila hierarki atau manajemen Man City berbohong kepadanya, termasuk dengan tudingan pelanggaran FFP (Financial Fair Play) yang ramai dibicarakan.

“Mengapa saya membela klub dan orang-orangnya? Itu karena saya bekerja dengan mereka," kata Guardiola di Guardian.

“Ketika mereka dituduh melakukan sesuatu, saya bertanya kepada mereka, ‘Ceritakan tentang itu’. Mereka menjelaskan dan saya percaya mereka. Saya berkata kepada mereka, 'Jika Anda berbohong kepada saya, lusa saya tidak ada di sini'. Saya akan keluar dan saya tidak akan menjadi teman mereka lagi."

“Saya menaruh kepercayaan saya kepada Anda karena saya percaya Anda 100 persen sejak hari pertama dan saya membela klub karena itu. Ketika Anda meletakkan sesuatu di sini (sponsor) itu dibayar lebih, tetapi (klub lain) uangnya berasal dari AS tetapi uangnya benar, meskipun lebih tinggi. Kita harus menghadapinya, kita harus berjuang dengan itu. Seperti biasa saya adalah penggemar berat untuk mendukung organisasi ini, tidak diragukan lagi.”

Guardiola menjelaskan kepergian itu bukan hanya tentang target memenangi titel liga atau Liga Champions, tapi ia ingin melatih klub yang benar-benar dijalankan dengan baik: transparansi dan kejujuran dari manajemen.

“Ini adalah situasi pada 2012 atau 2013, saya masih di Barcelona, sebagian besar orang yang berlari tidak ada di sini sekarang, tetapi tentu saja saya tidak akan menyukainya," imbuh Guardiola.

"(Apa) yang saya suka adalah mewakili klub yang melakukan hal-hal dengan benar (dan) baik. Ini bukan tentang memenangkan Liga Champions dan Premier League, kami ingin melakukannya dengan baik untuk orang-orang dan penggemar kami," pungkas dia.