BolaSkor.com - Ole Gunnar Solskjaer sudah menangani Manchester United sejak Desember 2018. Itu tiga tahun kurang dan artinya Solskjaer kini sudah memasuki musim ketiga, dua musim penuh sebagai manajer Red Devils.

Dalam kurun waktu tersebut Solskjaer belum memberikan trofi apapun setelah mencapai final Liga Europa serta semifinal Liga Europa serta Piala FA. Manajemen masih dapat memaafkannya dengan dalih perkembangan klub.

Bahkan, manajemen memberinya kontrak baru berdurasi tiga tahun yang mana kontraknya akan berakhir pada 2024 - plus opsi perpanjang setahun.

Baca Juga:

Ole Gunnar Solskjaer Jawab Cibiran Jurgen Klopp soal Bursa Transfer Manchester United

Statistik Solskjaer Dibanding Tiga Pendahulunya di Manchester United

Fakta-fakta Menarik 25 Tahun Karier Solskjaer di Manchester United

"Ole beserta stafnya telah bekerja tanpa lelah membuat fondasi untuk kesuksesan jangka panjang di lapangan. Hasilnya semakin terlihat selama dua musim terakhir dan kami semua menantikan untuk melihat tim yang menarik ini berkembang lebih jauh di tahun-tahun mendatang," tutur CEO Man United, Ed Woodward.

"Yang sangat menyenangkan adalah bagaimana kemajuan ini dicapai dengan perpaduan antara pemain muda, talenta lokal dan rekrutan kelas atas, bermain sepak bola menyerang dalam tradisi terbaik Manchester United. Kami lebih percaya diri dari sebelumnya bahwa, di bawah kepemimpinan Ole, kami menuju ke arah yang benar."

Perkembangan bisa jadi alasan manajemen memercayai Solskjaer dan sang legenda menjaga pekerjaannya di klub, tetapi pada akhirnya publik akan menilai kinerjanya dari kesuksesan dan itu dari trofi yang diraih.

Belanja Transfer Sudah, Tinggal Menanti Hasil

Dana yang hampir mencapai 400 juta poundsterling sudah dihabiskan Solskjaer untuk memperkuat skuad dengan merekrut nama-nama seperti Harry Maguire, Bruno Fernandes, Jadon Sancho, Donny van de Beek, Aaron Wan-Bissaka, dan Raphael Varane.

Itu sudah melebihi belanja transfer pemain era Jose Mourinho, era Louis van Gaal digabung dengan David Moyes, hingga selama 26 tahun Sir Alex Ferguson membesut MU. Era setiap manajer berbeda tetapi pada akhirnya trofi yang akan jadi perhitungan: Solskjaer wajib memenangi trofi besar dengan MU.

"Tetapi dengan semua bakat (dalam skuad MU) itu, ada tekanan. Anda tidak dapat membangun selamanya, Anda harus mewujudkannya. Bagi Solskjaer sekarang, itu berarti memenangkan trofi. Dan bukan yang kecil, bukan Liga Europa atau Piala Liga," tulis Robbie Fowler dalam kolomnya di Mirror.

"Saya percaya dia telah membuat kemajuan setiap musim, tetapi untuk tetap dalam pekerjaan dia harus maju lagi. Dan, menjadi brutal, satu-satunya cara dia bisa maju sekarang adalah dengan memenangkan gelar liga atau Liga Champions. Itu targetnya."

Paul Pogba Bisa Jadi Katalisator Kesuksesan MU

Belakangan nama Paul Pogba dibahas karena kontraknya berakhir pada 2022 dan isunya ia akan hengkang ke PSG, baik itu dengan biaya transfer pada bursa transfer atau gratis pada musim panas 2022.

Fowler percaya Solskjaer dapat mengatasi masalah yang dihadapi pemenang titel Piala Dunia 2018 itu dengan baik. Pogba dapat menjadi katalisator kesuksesan MU atau dijual dan digantikan dengan pemain lainnya.

"Saya mendengar United yakin Paul Pogba menandatangani kontrak baru, dengan uang besar. Solskjaer pasti menyetujui itu. Jadi lehernya berada di blok atas (karakter Solskjaer dipertaruhkan kepada) pemain yang tersanjung untuk menipu jauh lebih banyak daripada yang dia berikan di Old Trafford," tambah Fowler.

"Secara pribadi, saya pikir mereka seharusnya menyingkirkannya (Pogba) beberapa tahun yang lalu dan membawa seseorang yang jauh lebih lapar. Tapi itu panggilan Ole, ini kartunya, sekarang dia harus memainkannya dengan bijak."