BolaSkor.com - Rabu, 24 April 2019, pada menit 41 di Johan Cruyff Arena, Hakim Ziyech melepaskan kawalan bek Vitesse dengan cara yang cerdik: melihat Dusan Tadic melepaskan umpan silang, Ziyech melakukan gerak tipu ke kiri lalu tiba-tiba berbalik ke kanan dan mengonversi umpan Tadic menjadi gol.

Ziyech mencetak gol ke-20 musim ini di seluruh kompetisi bersama Ajax Amsterdam dan ini kali pertama dilakukan dalam karier profesionalnya. 20 gol dan 20 assists musim ini. Ziyech menjalani karier terbaiknya dengan Ajax.

Pemain berusia 26 tahun merupakan salah satu 'berlian' dalam skuat Ajax arahan Erik ten Hag saat ini yang mendapat perhatian lebih dari pemandu bakat klub-klub top Eropa. Ziyech di kategori yang sama dengan Matthijs de Light, Frenkie de Jong, Andre Onana, dan David Neres.

Baca Juga:

Hakim Ziyech hingga Keita Balde: 8 Pemain Afrika yang Dapat Meramaikan Premier League

Total Football 2.0 yang Mengubah Ajax Menjadi Pembunuh Raksasa

Inter Terlibat Persaingan dengan Liverpool dan Barcelona dalam Upaya Merekrut Ziyech

Hakim Ziyech

Kiprah Ajax musim ini memang mencuri perhatian pecinta sepak bola Eropa, media, dan pengamat sepak bola. Bagaimana tidak, Si Anak-anak Dewa - julukan Ajax - berpotensi meraih treble yang terakhir diraih pada 1972 (ketika Johan Cruyff masih bermain di Ajax) di ajang: Eredivisie, Piala KNVB, dan Liga Champions.

Ziyech salah satu motor penggerak Ajax yang membawa tim bersaing dengan PSV Eindhoven di Eredivisie, melaju ke final KNVB untuk melawan Willem II (5/5), dan menembus fase semifinal Liga Champions sejak tahun 1997 untuk melawan Tottenham Hotspur.

Biarkan fans Ajax bermimpi besar melihat potensi besar tim kebanggaan mereka mengukir sejarah treble. Ajax layak meraihnya. Di tengah impitan klub-klub kaya raya yang gemar mengoleksi bintang top Eropa untuk mengejar prestasi instan, Ajax masih tetap berpegang teguh dengan prinsip yang mereka miliki.

Ajax tetap setia mengorbitkan produk akademi dan memberinya kesempatan mentas di tim utama, plus tetap setia memainkan sepak bola ofensif yang sudah ditanamkan dari era Rinus Michels (medio awal 1970-an).

Ziyech beruntung terlahir di Dronten, Belanda, meski darah asli Maroko mengalir dalam tubuhnya. Tempaan sepak bola Belanda mengasahnya jadi pesepakbola yang cerdas hingga dia layak dijuluki sang maestro dari Maroko.

"Ziyech salah satu pemain yang selalu bermain sangat baik tiap musimnya. Dia tipe pemain yang jika Anda melihatnya beraksi maka Anda akan bahagia," ucap mantan gelandang serang Ajax, Steven Pienaar.

"Dia pesepakbola yang sempurna, tapi underrated (tidak terlalu disorot meski bagus), Anda tahu, jika dia bukan orang Eropa, Anda akan selalu dinilai underrated."