BolaSkor.com – Manuver transfer Manchester United di tim senior boleh saja dikritisi setelah merekrut tiga pemain: Daniel James, Aaron Wan-Bissaka, dan Harry Maguire. Transfer United terbilang minim ketika tim-tim rival, selain Manchester City dan Liverpool, jor-joran belanja pemain.

Man United menghadapi hujan kritikan dari luar dan mereka, dari sisi internal, tetap menjalankan proyek yang sedianya sudah menjadi tradisi secara turun menurun: memperbanyak talenta-talenta muda untuk masa depan, entah itu dari akademi atau dari klub lainnya.

Pada era Sir Matt Busby, skuat United pernah disebut “Busby Babes”. Pun demikian di masa kepemimpinan Sir Alex Ferguson yang akrab disebut “Ferguson Babes”. Itu semua istilah yang merujuk kepada pemuda-pemuda yang direkrut, muncul dari akademi, lalu ditempa untuk jadi bintang.

Baca Juga:

Manchester United Rampungkan Transfer Wonderkid AS Monaco

Manchester United 4-0 Chelsea: The Blues Babak Belur di Old Trafford

Tuah Old Trafford dan Rashford di Balik Kemenangan Manchester United atas Chelsea

Sir Matt Busby's Babes

Tak semua pemain yang digembleng itu sukses, namun, upaya Man United untuk menjadikan mereka sebagai pemain yang lebih siap dan matang itu sudah menjadi tradisi selama bertahun-tahun. Kedatangan Ole Gunnar Solskjaer untuk melatih United sejak Desember 2018 mengembalikan tradisi itu.

"Saya pikir itu akan senantiasa jadi bagian filosofi klub. Itu merupakan bagian dari sejarah, yang membedakan kami dari tim-tim lain,” tutur legenda Man United, Ryan Giggs, soal tradisi Man United.

"Ya, kami bisa saja merekrut pemain-pemain kelas dunia dari berbagai penjuru dunia tapi kami juga ingin salah satu dari kami sendiri tampil di lapangan Old Trafford... kami butuh pemain-pemain dari akademi. Itu merupakan bagian masif dari sejarah United," tambah dia.

Sebelumnya, Louis van Gaal juga memiliki visi yang sama dalam memberikan kans pemain muda bermain. Tapi, ia tidak mewarisi DNA Manchester United yang hanya dimiliki oleh legenda klub atau setidaknya pemain-pemain yang sukses di era Sir Alex Ferguson.

Kehadiran Solskjaer sebagai pelatih kepala, plus Nicky Butt di akademi, serta Michael Carrick sebagai asisten manajer, mengembalikan United ke tradisi lama di kala klub-klub lain mengejar kesuksesan instan sebagai kewajiban di era sepak bola modern.

Baru ini, investasi untuk mengamankan masa depan itu dilakukan United kala mengumumkan rekrutan-rekrutan anyar di tim muda. Mereka adalah: Bjorn Hardley, Johan Guadagno, Dillon Hoogewerf, Mateo Meija, dan Hannibal Mejbri. Nama yang disebut terakhir menjadi pusat perhatian pemandu bakat Eropa.