BolaSkor.com - Kondisi internal Barcelona sedang tidak baik-baik saja. Sang pelatih, Ronald Koeman, dikabarkan hubungannya memburuk dengan sang presiden, Joan Laporta. Namun, rupanya Barca terbiasa dengan perseteruan antara pelatih dan presiden.

Ronald Koeman berada di ujung tanduk setelah hasil negatif melawan Bayern Munchen dan Granada. Jika Barca digerus Bayern tiga gol tanpa balas, hasil kontra Granada hanyalah 1-1.

Dalam konferensi pers jelang menghadapi Cadiz, Koeman membacakan pernyataan kekecewaan atas posisi klub. Koeman sulit menerima soal bocornya sejumlah informasi seperti ultimatum pemecatan dirinya. Kabarnya, Laporta ingin menyingkirkan Koeman dari posisi pelatih.

Baca Juga:

Barcelona 1-1 Granada: Satu Gol Blaugrana dari 78 Persen Penguasaan Bola

Diterpa Isu Pemecatan, Ronald Koeman Boikot Jumpa Pers

Ronald Koeman dalam Tekanan, Jose Mourinho Bisa Membantu

Ronald Koeman

Padahal, pelatih asal Belanda itu tidak takut menerima tantangan membawa Barca kembali berjaya. Namun, ia berharap pihak klub, Joan Laporta, dan dewan direksi memberikan dukungan.

"Di Liga Champions, tidak ada keajaiban yang bisa diharapkan. Kekalahan melawan Bayern Munchen harus dilihat dari sudut pandang itu. Tim harus didukung dalam kata-kata dan juga tindakan," ujar Koeman seperti dilaporkan Marca.

Rupanya, Barcelona juga punya sejumlah kisah hubungan buruk antara pelatih dan presiden di masa lalu. Satu di antaranya adalah perselisihan antara Johan Cruyff dengan Jose Luis Nunez yang terjadi pada periode 90-an.

Keduanya terlibat perang kata-kata. Bahkan, pernyataan cabul, celaan, dan tuduhan mewarnai media ketika itu. Hingga saat ini, cerita tersebut masih melegenda di Barcelona.

Sementara itu, juga sempat tersiar kabar perselisihan antara Pep Guardiola dengan Sandro Rosell. Ernesto Valverde juga dikabarkan bersitegang dengan Josep Maria Bartomeu. Namun, kedua kasus tersebut lebih ditutup rapat-rapat.