BolaSkor.com - Manchester United belum keluar dari periode negatif selepas jeda internasional Oktober. Bermain di King Power Stadium, markas Leicester City pada Sabtu (16/10) malam WIB, Red Devils kalah dengan skor 2-4.

Dua gol United dicetak oleh Mason Greenwood (19') dan Marcus Rashford (82'), sementara empat gol Leicester datang dari Youri Tielemans (31'), Caglar Soyuncu (78'), Jamie Vardy (83'), Patson Daka (90+1').

Kekalahan itu mengakhiri catatan 29 laga beruntun tak pernah kalah United di laga tandang. Leicester memanfaatkan dengan baik celah di pertahanan Man United. Alhasil dari lima laga terakhir di seluruh kompetisi United hanya sekali menang.

Sisanya berakhir dengan tiga kekalahan dan satu hasil imbang. Mengenai kekalahan melawan Leicester, Ole Gunnar Solskjaer menilai dirinya melakukan kesalahan dalam memilih pemain dan sistem bermain.

Baca Juga:

Leicester City 4-2 Man United: Rekor Setan Merah Terhenti di Tangan Rubah

Manchester United Jangan Dulu Pecat Solskjaer

Dikritik karena Cadangkan Ronaldo, Solskjaer Berikan Pembelaan

"Empat gol kebobolan kami sangat buruk," kata Solskjaer kepada Sky Sports.

“Ketika Anda kebobolan gol seperti itu dengan cara yang kami lakukan, kami tidak pantas untuk melanjutkan catatan itu. Jelas kinerjanya sangat di bawah standar dan tidak cukup bagus."

"Kami mendapat gol yang sangat bagus dengan Mason dan kami mencoba mencetak gol lainnya; bermain ceroboh dan kami kebobolan gol."

"Di babak kedua, itu adalah end-to-end tetapi mereka menciptakan lebih banyak peluang dan kebobolan pada bola mati mengecewakan."

"Kebobolan beberapa detik setelah gol penyama kedudukan seharusnya tidak terjadi. Saya memilih tim; Harry tidak menunjukkan reaksi, saya bertanggung jawab terkadang itu berhasil terkadang tidak."

"Ketika Anda kebobolan empat gol, saya mungkin membuat beberapa keputusan buruk."

Hari-hari Penghakiman Ole Gunnar Solskjaer

Satu laga dalam laga-laga 'neraka' ke depannya sudah dilalui United. Laga-laga tersebut juga menjadi hari-hari penghakiman bagi sang manajer dalam mempertahankan kursi kepelatihannya.

Solskjaer sudah gagal memberikan kemenangan untuk United dan masih tersisa sembilan laga lainnya melawan Atalanta (21/10), Liverpool (24/10), Tottenham Hotspur (30/10), Atalanta (03/11), Manchester City (06/11), Watford (20/11), Villarreal (24/11), Chelsea (28/10), dan Arsenal (01/12).

Seluruh pertandingan itu akan menguji Solskjaer. Apabila United melaluinya dengan hasil-hasil negatif, bukan tidak mungkin karier legenda United itu sebagai pelatih United berakhir. Terlebih Solskjaer belum memenangi satu pun trofi sejak menangani United dari Desember 2018.

“Saya pikir Ole Gunnar Solskjaer sedang dalam masalah. Saya katakan sebelum pertandingan jika dia bisa melewati November masih dalam pekerjaannya, maka mereka akan memiliki setiap peluang untuk memenangkan liga karena mereka memiliki beberapa pertandingan yang mengejutkan – dan ini adalah awal itu dan mereka telah kalah," tutur pandit sepak bola, Paul Merson di Sky Sports.

“Leicester benar-benar layak menang. Manchester United sedang kesulitan. Saya sudah mengatakan bahwa Arsenal bisa finis di atas mereka di empat besar dan saya tidak berubah pikiran."

“Mereka adalah individu, mereka bukan tim. Mereka tidak punya menguasai lapangan dan karena Ronaldo tidak bisa masuk ke belakang pertahanan, tim lain semua mendorong mereka dan itu berarti Pogba tidak punya waktu pada bola. Bagi saya, Solskjaer berada di bawah tekanan berat."