BolaSkor.com - Setiap 28 Oktober, Indonesia selalu merayakan Hari Sumpah Pemuda. Hari di mana 92 tahun lalu para pemuda dan pemudi Tanah Air bersatu dan berjanji demi negeri.

Di 2020, Hari Sumpah Pemuda seharusnya memantik semangat bangkit kembali. Setelah diterpa pandemi virus corona, anak muda Indonesia harus memikirkan bagaimana caranya bangun.

Apalagi, industri olahraga Indonesia terbilang mati suri di masa pandemi virus corona. Tak ada kompetisi, pemain mengeluh gaji.

Kebangkitan perlu dilakukan, terlebih, Indonesia menyongsong berbagai event dunia dalam beberapa tahun ke depan. Terdekat, Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021.

Selanjutnya, Indonesia juga menjadi tuan rumah kegiatan yang tak kalah bergengsi yakni Piala Dunia Basket 2023. Itu belum termasuk dengan berbagi event internasional lain yang biasanya rutin dihelat di Tanah Air.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, pandemi Covid-19 masih meluas di Tanah Air. Tidak ada upacara bendera, hingga kegiatan yang menghadirkan keramaian.

Baca Juga:

Demi Olimpiade 2020, Pelatnas Renang Genjot Latihan Fisik

Pelatnas Renang Rencanakan Pemusatan Latihan di Australia

“Pandemi ini memberikan dampak yang luas bagi seluruh sendi kehidupan di masyarakat, termasuk anak muda di Indonesia. Oleh sebabnya, dibutuhkan semangat bersama untuk membangkitkan kembali Indonesia di mata dunia,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali.

Jika dilihat dari 92 tahun silam, semangat itu masih tetap relevan dengan situasi dan kondisi saat ini. Semangat persatuan itu tumbuh menjadi kesadaran bersama untuk membebaskan diri dari penjajahan.

“Maka, semangat persatuan itu sangat dibutuhkan untuk bersama-sama mengatasi Pandemi Covid-19. Sekaligus bangkit bersama untuk menyongsong kemajuan bangsa. Bersatu berarti kita harus bergerak bersama, bergotong royong, dan mengedepankan persamaan diantara sesama anak bangsa,” terang ujar Menpora.

Sejauh ini, beberapa liga profesional Indonesia seperti Proliga dan IBL sudah undur diri, membatalkan kompetisi. Hanya Liga1 yang masih menanti kepastian jadwal.

Semoga, dengan semangat Hari Sumpah Pemuda, serta dukungan dari pemerintah, industri olahraga Indonesia bisa kembali bangkit dalam waktu dekat.