BolaSkor.com - Satu momen mengubah segala perspektif bagus mengenai striker asal Inggris, Harry Kane di mata fans Tottenham Hotspur. Semua itu terjadi karena pemberontakkan yang dilakukannya di klub.

Pemain berusia 28 tahun seharusnya sudah melapor dan ikut sesi latihan pramusim Tottenham arahan Nuno Espirito Santo. Akan tapi dalam dua hari terakhir Kane tidak terlihat dan itu dilihat sebagai perlawanannya agar klub menjualnya.

Kane sebelumnya tampil dengan timnas Inggris di Piala Eropa 2020 hingga fase final. Sepanjang kariernya sejak promosi dari akademi pada 2009 Kane bermain di Tottenham, sempat dipinjamkan ke Leyton Orient, Millwall, Norwich City, dan Leicester City.

Kane memang pernah mengutarakan hasratnya untuk berganti klub, memenangi banyak trofi (yang sulit diraih di Tottenham), serta meningkatkan level bermainnya. Tapi cara yang dilakukannya mengurangi respek publik kepadanya.

Baca Juga:

Bedanya Sikap Media Inggris Perlakukan Kane dengan Pogba

Harry Kane Tabuh Genderang Perang kepada Tottenham

3 Alasan Harry Kane Cocok untuk Manchester City

"Saya tidak setuju (dengan Ferdinand), mangkir latihan jelas salah. Kita semua tahu dia (Kane) ingin pergi dan sangat memahami alasannya," ucap pandit sepak bola, Jamie Carragher, kala membalas komentar Rio Ferdinand soal mangkir latihan.

"Tapi Harry seharusnya tak merusak namanya atau hubungannya dengan suporter yang mengidolainya hanya karena ingin pindah. Spurs akan selalu jadi klubnya."

Musuh Publik Tottenham Hotspur

Sah-sah saja ingin berganti klub demi mengejar impian pribadi, tapi cara yang dilakukan Kane salah dan itu menodai perspektif publik kepadanya.

Bahkan rekan setimnya di Spurs, Son Heung-min, muncul di sosial media dan terlihat menyukai postingan yang menggambarkan nama klub lebih besar ketimbang ambisi seorang pemain.

Dalam postingan foto Instagram thfcsource yang membahas mengenai Tottenham, ada perbandingan nol trofi besar yang diraih Kane sedangkan klub sudah punya 26 trofi (meski terakhir dimenangi 13 tahun lalu).

"Seorang pemain tidak pernah lebih besar dari sebuah klub. 'Harry Kane FC' memiliki nol piala. Tottenham Hotspur memiliki 26 piala," tulis postingan tersebut.

"Dipahami bahwa Harry Kane tidak ingin bertahan di Spurs menyusul kurangnya keberhasilan klub, namun sikap dan metodenya untuk memaksa transfer, tidak sopan. Kane berhak pergi namun tidak mengambil tindakan dalam hal ini!"

"Harry Kane dalam bahaya merusak reputasinya. Reputasi Anda sama pentingnya ketimbang trofi apapun yang akan Anda menangi," ucap Carragher yang juga menulis sebagai kolumnis di Telegraph.

Menarik untuk dinanti bagaimana drama transfer Harry Kane dengan Tottenham di musim panas ini.