BolaSkor.com - Pelatih tunggal putra Indonesia, Hendry Saputra, menyebutkan cedera Jonatan Christie bisa terjadi ke siapa saja. Hendry menyebut, tidka bisa semata-mata dilihat dari cedera tersebut.

Jonatan menderita kram sehingga tidak bisa bertanding di semifinal turnamen internal PBSI. Hal itu didapat setelah pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu dua kali bermain rubber.

Pada pertandingan melawan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, Jonatan harus bertanding selama 71 menit. Lalu laga selanjutnya menghadapi Karono, Jojo bermain selama 80 menit.

Baca Juga:

Sepotong Pesan Taufik Hidayat untuk Lin Dan

Menpora Imbau Atlet PBSI Bertahan di Pelatnas demi Olimpiade 2020

Alhasil, Hendry menilai hal itu bisa terjadi ke semua pemain. Apalagi dia mengatakan porsi latihan tim tunggal putra belum maksimal, baru 60 persen.

"Semua kemungkinan bisa terjadi ke semua pemain. Bisa saja kondisi orang tidak prima saat terakhir-terakhirnya. Kalau lihat intensitas mainnya, Jonatan juga rubber game terus," kata Hendry saat dihubungi BolaSkor.com.

"Tidak bisa lihat mutlak dari kram-nya saja. Tetapi turnamen internal kan hanya kami uji saja. Melihat bagaimana apakah latihan ini, ternyata ada yang mampu atau tidak."

"Ini sebenarnya hanya uji coba, seperti sektor lain. Jadi konteksnya dari kacamata saya, dari latihan selama virus corona ini, hasilnya begini. Secara keseluruhan saya kurang puas," Hendry melanjutkan.