BolaSkor.com - Jeda Internasional dimanfaatkan sejumlah klub untuk menghelat pertandingan uji coba. Tetapi Madura United seperti melawan arus dan enggan mengikuti kegiatan klub-klub lain.

Pelatih Madura United, Fabio Lefundes, mempunyai dasar berpikir yang logis dalam hal ini. Ia tak ingin meresikokan pemainnya bermain di laga persahabatan yang mungkin bakal berlangsung keras dan kasar.

"Kami tidak perlu lakukan uji coba dalam periode ini. Saat Liga 2 sedang berjalan, mungkin kami bisa bermain lawan Liga 3. Tetapi saya pikir lebih baik bikin latihan internal sama pemain kami sendiri," ungkapnya.

"Gim internal tetap bagus karena pemain akan respek dengan sesama agar tidak ada yang cedera. Daripada main lawan tim Liga 3 dan ada pemain cedera. Apalagi kami punya banyak pertandingan nanti," jelas pria asal Brasil tersebut.

Baca Juga:

Soal Kontroversi di Akhir Laga Persija Vs Madura United, LIB Serahkan Persoalan ke Komite Wasit

Fabio Lefundes Merasa Kemenangan Madura United 'Dirampok' Wasit

Klub berjuluk Laskar Sape Kerrap itu sementara ini berada di puncak klasemen dengan 23 poin. Tetapi dengan jarak poin yang rapat, klub-klub seperti PSM Makassar, Bali United hingga Persita Tangerang sekalipun bisa sewaktu-waktu mengkudeta mereka.

Untuk mengendorkan tekanan, pelatih berusia 51 tahun itu juga punya cara tersendiri. Ia memberikan waktu libur lebih bagi pemainnya untuk bisa berkumpul dengan orang-orang terdekatnya.

"Saya kasih libur lebih untuk rileks mental dan fisik pemain. Kami ada banyak pertandingan dan latihan, tenaga (banyak) keluar, tetapi kami punya respons bagus. Jadi bagus bisa kasih libur (lebih banyak)," ujarnya.

Ia menilai semakin ke sini tekanan akan semakin besar. Tak hanya dari klub lawan, tetapi tekanan dari dalam diri akan semakin menguat seiring kesuksesan mereka di kompetisi musim ini.

"Banyak harapan dari penonton dan saya, agar mereka bisa lebih baik lagi. Jadi saya kasih libur karena mereka pantas mendapatkannya. Kami juga punya persiapan panjang untuk melawan Borneo FC Samarinda (1/10/2022)," tandasnya. (Laporan Kontributor Arjuna Pratama/Madura)