BolaSkor.com - Kabar tak sedap kembali menghampiri Paris Saint-Germain (PSG) yang sukses mendaratkan banyak bintang pada bursa transfer musim panas lalu. Presiden LaLiga, Javier Tebas menuduh Les Parisiens melakukan kecurangan.

PSG memang mengakhiri bursa transfer kemarin dengan sukses besar. Raksasa Prancis itu mampu mendaratkan pemain bernama besar seperti Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum, Sergio Ramos, Gianluigi Donnarumma, hingga Lionel Messi.

Hebatnya, hanya Hakimi yang diboyong dengan mengeluarkan biaya transfer. Sementara empat nama lainnya didapatkan secara cuma-cuma.

Baca Juga:

Kepergian Lionel Messi Juga Merugikan Real Madrid

Usai Donnarumma, PSG Bersiap Bajak Bintang Milan Lagi

Real Madrid Siapkan Rencana Baru untuk Boyong Mbappe

Presiden LaLiga, Javier Tebas

Meski diboyong secara gratis, PSG tetap dinilai banyak pihak melanggar regulasi Financial Fair Play (FFP). Beban gaji mereka akan membengkak secara signifikan untuk membayar bintang-bintang anyar mereka.

Sebagai informasi, Messi langsung merebut status pemain bergaji tertinggi di PSG. Ia menerima bayaran sebesar 31 juta euro per tahun.

Pemain seperti Ramos, Donnarumma, hingga Hakmi tentu juga tidak digaji dengan murah. Padahal PSG juga sudah memiliki bintang-bintang bergaji tinggi seperti Neymar dan Kylian Mbappe.

Hal inilah yang menjadi landasan tuduhan Tebas. Ia yakin beban pengeluaran PSG sebenarnya sudah jauh melebihi nilai pendapatannya.

“Saat ini, mereka (PSG) memiliki tagihan gaji mendekati 600 juta euro ketika mereka memiliki liga di mana hak audiovisual telah turun 40 persen. Madrid tidak akan pernah bisa menjadi PSG karena PSG curang dalam kontrol keuangan," kata Tebas kepada Mundo Deportivo.

“Mustahil sponsor PSG menghasilkan 30 persen lebih dari pendapatan rata-rata Man United, Real Madrid dan Barcelona. Itu benar-benar mustahil."

PSG memang mendapat keuntungan karena UEFA melonggarkan aturan FFP selama masa pandemi. Hal ini dilakukan karena mayoritas klub dilanda kerugian dalam setahun terakhir.

Tim sebesar Barcelona dan Madrid saja terkena dampak besar dari masalah ini. Dua raksasa Spanyol tersebut pun menjadi pasif dalam dua jendela transfer terakhir.