BolaSkor.com - Presiden LaLiga Javier Tebas mengaku sangat kecewa atas keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang membatalkan hukuman larangan dua tahun berkompetisi di Eropa Manchester City.

CAS membatalkan larangan dua tahun berkiprah di Eropa Manchester City sehingga runner-up Premier League bisa tetap tampil pada Liga Champions musim depan.

Baca Juga:

Bebas dari Hukuman UEFA, Manchester City Urung Absen di Dua Kompetisi Eropa

Tak Ada Sergio Aguero, Raheem Sterling pun Jadi

Pep Guardiola Minta UEFA Izinkan Manchester City Tampil di Liga Champions

City dinilai tidak melanggar aturan FFP dengan menyamarkan pendanaan ekuitasnya sebagai pemasukan sponsor. Pengadilan tertinggi olah raga ini juga mengurangi denda kepada City karena tidak kooperatif kepada UEFA dari 30 juta euro (Rp492 miliar) menjadi 10 juta euro (Rp164 miliar).

Melihat keputusan ini, Tebas menilai CAS tidak layak menjadi lembaga yang mengurusi masalah FFP.

"Kita harus menilai ulang apakan CAS merupakan badan yang tepat dalam banding keputusan dari lembaga sepak bola," ujar Tebas kepada BBC.

"Swiss adalah sebuah negara yang sejarah hebat dalam arbitrase, CAS tidak ada dalam standar tersebut."

Selama ini Tebas merupakan pihak yang sangat vokal menyoroti kepemilikan Manchester City. Tebas juga yang paling gembira ketika UEFA menjatuhkan hukuman kepada Man City pada Februari lalu.

"UEFA akhirnya mengambil aksi," ujar Tebas saat itu. "Menegakkan aturan FFP dan menghukum doping finansial adalah esensi masa depan sepak bola."