BolaSkor.com - Bergulirnya Indonesia Basketball League (IBL) tak hanya menyajikan hiburan semata. Roda ekonomi turut berputari seiring berjalannya kompetisi.

Kehadiran IBL membuat industri olahraga kembali menggeliat. Setelah setahun vakum, para pemain, wasit, dan perangkat pertandingan bisa kembali menemukan mata pencaharian mereka.

Tak sedikit yang mengeluh terkait pemotongan gaji, tak adanya pemasukan saat IBL vakum. Kehadiran kompetisi basket tertinggi di Tanah Air itu turut menyejahterakan berbagai pihak.

“Ekonomi akan terus berputar, di sisi lain atlet akan terus berkompetisi untuk meningkatkan kemampuan. Dan masyarakat akan tetap mendapatkan hiburan,” ujar Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Erick Thohir.

Baca Juga:

Sampai Buzzer Berbunyi, Bima perkasa Jogja Tak Kehilangan Asa

Lumat Patriots, Louvre Dewa United Surabaya Melaju ke Playoff

Tentunya, berjalannya kompetisi perlu diiringi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Dalam hal ini, IBL perlu diacungi jempol.

Sistem gelembung yang membuat peserta serta perangkat pertandingan tak bisa keluar dari venue memudahkan deteksi Covid-19.

Di akhir fase pertama, Sabtu (10/4) tak ada kasus Covid-19 di gelembung. Penanganan IBL saat ada kasus di awal kompetisi juga terbilang sigap.

Pemain dan perangkat pertandingan yang sempat positif diisolasi dalam ruangan berbeda. Setiap sepekan, IBL juga melakukan PCR test.

“Kita dapat menjadikan kesuksesan seri pertama IBL sebagai bukti bagaimana pemulihan kesehatan dan ekonomi bisa berjalan dengan seiring. Kita bisa melihat, walau dengan sistem bubble, tidak mengurangi kualitas kompetisi dan mampu menghibur masyarakat. Dan syukur Alhamdulillah hal ini dibarengi dengan standar kesehatan dan keselamatan yang disiplin dan baik," ujar Erick.