BolaSkor.com - Lembaga yang mengatur peraturan sepak bola atau International Football Association Board (IFAB) mengeluarkan sebuah regulasi baru untuk mengantisipasi cedera kepala dalam pertandingan. Masalah ini memang menimbulkan polemik dalam beberapa pekan terakhir.

Penanganan terkait cedera kepala dalam sebuah pertandingan memang masih menjadi polemik. Setiap tim seperti memiliki prosedur yang berbeda-beda.

Padahal cedera kepala yang biasanya terjadi karena benturan bisa berakibat fatal jika salah dalam penanganannya. Maka dari itu IFAB coba mengurangi resiko tersebut.

Baca Juga:

Terkait Gegar Otak, Premier League Ubah Aturan Pergantian Pemain pada Januari 2021

Tuai Polemik, IFAB Tolak Hapus VAR dari Sepak Bola

Lampaui Kodrat, VAR Akan Jadi Bahasan Rapat Tahunan IFAB

Benturan kepala David Luiz dan Raul Jimenez

Salah satu contoh kasus terjadi pada insiden yang melibatkan David Luiz dan Raul Jimenez pada laga Arsenal kontra Wolverhampton dalam lanjutan Premier League 2020-2021, akhir November silam. Kedua tim mengalami benturan kepala yang cukup keras sehingga harus menjalani perawatan di lapangan.

Akibat insiden tersebut, Jimenez harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara David Luiz yang kepalanya berdarah terus bermain dengan diperban.

Luiz pada akhirnya hanya bermain selama satu babak. Namun langkah Arsenal memaksakan sang pemain melanjutkan pertandingan usai cedera kepala menuai kecaman.

Agar hal itu tak terulang, IFAB mengeluarkan sebuah regulasi percobaan yang mulai diterapkan pada Januari mendatang. Keputusan ini diambil usai berdiskusi dengan pihak-pihak terkait termasuk dokter dan perwakilan pemain.

Regulasi baru ini berisi larangan kepada pemain yang mengalami cedera kepala untuk melanjutkan pertandingan. Sebagai gantinya, klub boleh memasukkan pemain baru diluar aturan normal tentang pergantian pemain.

Dilansir dari Goal, tujuan utama regulasi ini adalah memberikan perlindungan kepada semua pemain. Setiap tim juga tidak akan dirugikan karena bisa memasukkan pemain baru tanpa harus memikirkan kuota pergantian.

Federasi sepak bola Inggris menyambut baik regulasi ini. Sebagai awalan, mereka akan coba menerapkannya di ajang Piala FA, dan kejuaraan wanita.