BolaSkor.com - Iker Casillas akhirnya memutuskan untuk pensiun dari lapangan hijau yang diumumkan pada Selasa (4/8) kemarin. Pilihan ini diambil berselang setahun setelah dirinya terkena serangan jantung.

Mimpi buruk Casillas memang dimulai pada 1 Mei 2019 silam. Saat itu dirinya terkena serangan jantung secara mendadak ketika menjalani sesi latihan bersama FC Porto.

Akibat hal tersebut, Casillas langsung dilarikan ke rumah sakit. Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan.

Baca Juga:

Pengakuan Jose Mourinho Terkait Keputusan Cadangkan Iker Casillas di Real Madrid

Iker Casillas Resmi Gantung Sarung Tangan

Realitas Kejam di Balik Gemerlap dan Kemewahan Dinasti Real Madrid

Meski begitu, tanda tanya besar membayangi kelanjutan karier Casillas usai. Tak banyak pesepak bola atau olahragawan yang dapat kembali berlaga usai mengalami serangan jantung.

Orang yang selamat dari serangan jantung biasanya tidak diizinkan dokter untuk melakukan aktivitas berat. Hal itu dianggap bisa membahayakan nyawa yang bersangkutan.

Namun nama Casillas tetap terdaftar sebagai pemain FC Porto untuk mengarungi musim 2019-2020. Fakta tersebut secara otomatis menghapus keraguan publik terkait kondisi sang kiper.

Casillas seperti menolak menyerah dengan keadaan. Ia ingin membuktikan diri masih bisa diandalkan di bawah mistar.

Sebelum terkena serangan jantung, Casillas masih berstatus sebagai kiper utama Porto. Ia tampil dalam 42 laga sepanjang musim 2018-2019.

Sayangnya Casillas harus menjalani masa pemulihan panjang untuk bisa kembali ke lapangan hijau. Sambil menunggu waktu itu tiba, Porto mengangkatnya menjadi salah satu staf pelatih.

Karier sepak bola Casillas kembali seperti berakhir ketika mencalonkan diri menjadi presiden RFEF (PSSI-nya Spanyol), pada awal tahun 2020. Meskipun kemudian ia mundur jelang proses pemilihan berlangsung.

Casillas akhirnya kembali muncul ke lapangan hijau ketika Porto memastikan gelar juara Liga Portugal 2019-2020, pertengahan Juli silam. Meski tak bermain, ia didapuk rekan-rekannya untuk ikut terlibat dalam pesta kemenangan.

Hal serupa terjadi akhir pekan lalu saat Porto menjuarai Piala Liga Portugal. Casillas didapuk ikut ke podium juara dan diberi kehormatan untuk mengangkat trofi.

Siapa sangka jika hal itu merupakan momen terakhir Casillas di lapangan hijau. Selang dua hari kemudian ia memberikan pengumuman pengunduran dirinya dari dunia sepak bola.

"Hal terpenting adalah jalan yang Anda lalui dan orang-orang yang menemani Anda, bukan tujuannya. Saya dapat berkata tanpa ragu bahwa ini adalah jalan yang tepat dan tujuan yang merupakan impian. Terima kasih," bunyi pesan perpisahan Casillas di Twitter.

Keputusan pensiun Casillas mendapat respons luar biasa dari para pelaku sepak bola dunia. Berbagai pihak belomba-lomba memberikan tribut khusus untuk pria berusia 39 tahun tersebut.

Salah satu tribut menarik disampaikan Real Madrid. Los Blancos tanpa ragu menyebut Casillas sebagai kiper terbaik sepanjang sejarah klub.

Pujian tersebut tentu bukan sebuah basa-basi. Casillas dan Madrid memang punya hubungan yang panjang dan berliku.

Casillas menghabiskan sebagian besar karier sepak bolanya bersama Madrid. Ia bahkan sudah masuk akademi Los Merengues sejak usia 9 tahun.

Iker Casillas saat membela Real Madrid di musim 1999-2000

Pada musim 1999-2000, Casillas sudah melakoni debut bersama tim senior Madrid. Hebatnya, ia mendapat kesempatan tampil di laga final Liga Champions dan membantu timnya mengalahkan Valencia untuk merebut gelar juara.

Sejak saat itu dirinya mulai menyegel status kiper utama Madrid. Ia kemudian mendapat julukan Saint Iker dari para suporter berkat aksi-aksi spektakulernya dalam mengamankan gawang.

Proyek Los Galacticos Florentino Perez tak membuat posisi Casillas sebagai kiper utama Madrid tergeser. Padahal para pemain bintang datang silih berganti.

Pengaruh Casillas di Madrid kian besar usai ditunjuk menjadi kapten utama pada 2010 silam. Sebelumnya ia hanya menjadi deputi dari Raul Gonzalez dan Guti untuk jabatan ini.

Sampai sini, karier Casillas terlihat baik-baik saja. Ia berada di jalur yang tepat untuk menghabiskan kariernya bersama Madrid.

Namun petaka terjadi di musim 2012-2013. Casillas terlibat konflik dengan Jose Mourinho yang kali itu menjalani musim ketiganya sebagai pelatih Madrid.

Pria berkebangsaan Portugal itu tak segan menyingkirkan Casillas ke bangku cadangan. Sebuah keputusan yang membuat kondisi internal Madrid sempat terbelah.

Mendapat perlakuan seperti itu tak membuat Casillas berpikir untuk meninggalkan Madrid. Padahal sejumlah klub besar siap menampungnya.

Casillas tetap bertahan sedangkan Mourinho akhirnya lengser. Kemudian Madrid menunjuk Carlo Ancelotti sebagai penggantinya.

Ancelotti kembali memberi kesempatan kepada Casillas untuk tampil. Namun ia harus berbagi peran kiper utama Madrid dengan Diego Lopez.

Keputusan Casillas untuk bertahan di Madrid terbukti tepat. Ia kembali tampil di final Liga Champions untuk ketiga kalinya dan sukses mempersembahkan La Decima pada musim 2013-2014.

Casillas terus bertahan di Madrid hingga akhir musim 2014-2015. Ia kemudian mengambil keputusan untuk berpisah dengan klub yang membesarkannya dan hengkang ke Porto.

Casillas menghabiskan waktu selama 25 tahun bersama Madrid yang dihitung dari akademi. Ia total tampil sebanyak 725 kali dengan mempersembahkan trofi La Liga sebanyak 5 kali, 2 kali Copa del Rey, 4 kali Piala Super Spanyol, 3 kali Liga Champions, 2 kali Piala Super Eropa, dua kali Piala Intercontinental, serta 1 kali trofi Piala Dunia Antarklub.

Prestasi Casillas di level tim nasional juga tak kalah menterang. Ia merupakan kiper utama Spanyol saat mendominasi sepak bola Eropa dan dunia pada periode 2008 hingga 2012.

Casillas memiliki 167 caps bersama timnas Spanyol. Ia sukses mempersembahkan dua gelar Piala Eropa dan satu trofi Piala Dunia.