BolaSkor.com - Sekretaris Jendral PBSI, Achmad Budiharto, menyiapkan segala kemungkinan terkait Indonesia Open 2020. Turnamen level 1000 itu kemungkinan bisa saja tidak berlangsung di Istora Senayan, Jakarta seperti biasa.

Indonesia Open 2020 sedianya berlangsung pada 16-21 Juli. Bahkan, PBSI sudah melakukan pembayaran uang muka kepada pengelola Kawasan Gelora Bung Karno.

Namun, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memutuskan menunda seluruh turnamen pada Me, Juni, dan Juli akibat pandemi virus corona. Jadwal terbaru Indonesia Open 2020 hingga kini urung diumumkan.

Baca Juga:

Tips Fajar Alfian Hadapi Virus Corona, Olahraga di Rumah dan Jaga Kebugaran

Jalani Karantina Mandiri, Fajar Alfian Mulai Jenuh

“Saat ini tergantung kondisinya seperti apa. Kami akan lihat dulu waktu (penyelenggaraannya) kapan. Kalau waktu sudah ada, kami bisa cari tempat," ujar Budiharto.

“Kami sudah booking, tapi ya kami harus mengerti juga. Kami harap pihak GBK mengerti dengan kondisi ini," sambungnya.

Terkait uang muka yang sudah dibayarkan ke pengelola Kawasan Gelora Bung Karno, PBSI belum mengetahui bagaimana sistemnya, apakah hangus atau dikembalikan.

“Untuk sekarang saya belum tahu uang DP (down payment) bisa kembali atau tidak. Masih dibicarakan," ujar Budiharto.