BolaSkor.com - Manajer Satria Muda Pertamina, Riska Natalia Dewi, mengungkapkan timnya mengumpulkan pemain di asrama. Menurut Riska, hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Jakarta kembali menerapkan kebijakan PSBB sejak 14 September. Keputusan tersebut diambil oleh Gubernur Anies Baswedan karena angka penyebaran virus corona yang tinggi di Jakarta.

Kondisi tersebut tentu saja membuat situasi di Jakarta menjadi tidak menentu. Padahal, tadinya IBL bakal berlangsung di Mahaka Arena Oktober mendatang.

Baca Juga:

Ketidakpastian Akibat Virus Corona, Satria Muda Belum Normalkan Gaji Pemain

Jakarta Kembali PSBB, IBL Mulai Cari Solusi

Menghadapi PSBB jilid dua, Riska mengatakan Satria Muda akan mengumpulkan pemain di asrama. Wanita yang akrab disapa Baby itu menyebut Satria Muda memiliki tim penanggulangan virus corona.

"Sejauh ini anak-anak masih di asrama. Kami juga udah menjalankan protokol. Mereka sementara ini masih di asrama, kami punya tim penanggulangan COVID-19 sendiri," ujar Baby kepada BolaSkor.com.

"Sepertinya kami akan tetap mereka di asrama, agar lebih mudah kontrol mereka. Kalau di asrama, mereka tidak akan ke mana-mana. Kami juga punya alat olahraga, jadi mudah kalau conditioning."

"Sulit juga kalau mengejar Oktober. Kami kan juga inginnya ketika IBL mulai sudah maksimal. Kalau disuruh latihan fisik, nanti malah jadi atlet fitness, bukan basket," lanjutnya berkelakar.

Satria Muda juga mengatakan berniat mencari lapangan di sekitar Jakarta seperti Bogor atau Tangerang. Namun, andai tidak mendapat lokasi, mereka akan berlatih di lapangan outdoor Mahaka Arena.