BolaSkor.com - Harapan Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade untuk melihat timnya bermarkas di ibu kota dan sekitarnya bakal segera terwujud. Tapi, pengusaha asal Jawa Timur itu merasa perlu memberikan peringatan kepada suporter Jakmania.

Ulah segelintir Jakmania yang membuat keributan pada partai uji tanding antara Persija melawan Selangor FA di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada 6 September 2018 lalu berbuntut panjang. Polres Kapolres Bekasi meminta Bambang Pamungkas dan kawan-kawan untuk menunda keinginan kembali ke venue berkapasitas 29 ribu itu dalam waktu dekat.

Gede Widiade ingin Persija Jakarta memakai Patriot pasca Asian Games 2018 selesai. Tapi karena kerusuhan beberapa waktu lalu, tim berjuluk Macan Kemayoran ini harus kembali terusir ke Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Yogyakarta untuk menggelar partai kandang Liga 1 pekan ke-22 melawan PSIS Semarang pada 18 September mendatang.

"Salah satu penyebab (Persija) bermain Bantul ada dua. Karena Patriot diperbaiki, kedua, Polres Bekasi meminta supaya cool down dulu peristiwa kemarin. Diharapkan dengan di Bantul, masyarakat bisa tenang karena kita sudah melakukan silaturahmi untuk menyampaikan permintaan maaf bersama kepolisian," ujar Gede.

Gede Widiade pun memperingatkan Jakmania untuk menjaga perilaku bagi yang telah baik, dan mengubahnya untuk yang kurang baik, demi kepentingan Persija Jakarta. Apalagi, Macan Kemayoran berencana kembali ke Patriot pada akhir September mendatang.

"Mudah-mudahan setelah pulang dari Bantul tidak ada kejadian seperti itu lagi, karena kita harus sadar, kapasitas stadion hanya 29 ribu, kalau yang datang 60 ribu, ya tetap 29 ribu yang masuk," tutur Gede.

Gede Widiade akan berupaya mati-matian memulangkan Persija Jakarta ke Stadion Patriot setelah partai kandang melawan PSIS. Yang terdekat, Macan Kemayoran akan menjamu Perseru Serui pada 28 September 2018.