BolaSkor.com - Laga perdana Grup D Liga 3 2021 Jawa Tengah antara PPSM Sakti Magelang dan Persak Kebumen di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jawa Tengah, Senin (1/11) siang WIB, diwarnai aksi 'horor' yang dilakukan Tri Hartanto. Pemain Persak Kebumen itu melakukan pelanggaran keras terhadap Santino Berti dari PPSM.

Dalam potongan video yang tersebar di media sosial, terlihat bahwa Tri Hartanto menginjak bagian leher dari Santino Berti. Parahnya, wasit yang memimpin laga tersebut hanya memberikan kartu kuning kepada Tri Hartanto.

Terkait kejadian tak terpuji itu, Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Erwin Tobing, turut berkomentar. Erwin menilai apa yang dilakukan Tri Hartanto tidak bisa ditolerir.

"Saya selaku Ketua Komdis sangat menyayangkan kejadian tersebut. Kejadian tersebut sudah melanggar asas fairplay dan kemanusiaan," ujar Erwin Tobing kepada BolaSkor.com, Selasa (2/11) sore WIB.

Baca Juga:

Liga 1 Berpeluang Tetap Berjalan saat Piala AFF Berlangsung

Satgas Antimafia Bola Dianggap Cuma Pajangan, PT LIB Beri Penjelasan

Erwin menambahkan, insiden yang terjadi di laga PPSM melawan Persak bisa memengaruhi citra sepak bola Indonesia.

"Ini sangat mencoreng sepak bola Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023," ujarnya.

Sesuai statuta PSSI, Asprov Jawa Tengah (Jateng) selaku penyelenggara Liga 3 Jateng menjadi pihak berwenang untuk menyelidiki kasus ini. Pasalnya, Komdis PSSI hanya menindak kasus secara langsung di Liga 1 dan Liga 2.

Adapun sebelum insiden yang melibatkan Tri Hartanto dengan Santino Berti ini, wajah sepak bola Indonesia sempat tercoreng oleh aksi pemain PSG Pati, Syaiful Indra Cahya, yang mengangkat kaki terlalu tinggi sehingga mengenai wajah pemain Persiraja Banda Aceh, M Nadfif. Akibat terjangan Syaiful Indra, gigi dari M Nadhif sampai copot.

Masih di laga yang sama, pemain PSG Pati lainnya, Zulham Zamrun juga terbukti melakukan tindakan tak terpuji. Ia melepas tekel keras kepada Defri Riski yang berujung keributan di antara keduanya.