BolaSkor.com - Inter Milan menunjuk Simone Inzaghi sebagai pelatih pada musim panas lalu. Keputusan itu nyatanya diambil dengan sangat cepat.

Gejolak mewarnai persiapan Inter menghadapi musim 2021-2022 setelah Antonio Conte mundur dari kursi pelatih. Kedua pihak resmi berpisah pada 26 Mei silam.

Kabar tersebut tentu sangat mengejutkan. Conte menjadi sosok kunci dari kesuksesan Nerazzurri meraih Scudetto dan mengakhiri dominasi Juventus di Serie A.

Perbedaan prinsip menjadi alasan kedua pihak berpisah. Conte kabarnya tak puas dengan visi manajemen yang memilih berhemat untuk mengatasi krisis finansial.

Baca Juga:

Simone Inzaghi Pengin Inter Milan Lebih Kejam

Tak Mau Kehilangan Ivan Perisic, Inter Kebut Perpanjangan Kontrak

Dikaitkan dengan Inter, Andre Onana Beri Kode Kuat Tinggalkan Ajax

Simone Inzaghi

Inter diprediksi akan goyah selepas kepergian Conte. Apalagi Achraf Hakimi dan Romelu Lukaku juga ikut pergi.

Namun hal itu nyatanya tak menjadi kenyataan. Bersama Inzaghi, kekuatan Inter relatif stabil.

Menariknya, pergantian pelatih sudah diprediksi manajemen Inter. Direktur klub, Beppe Marotta mengaku sudah mengincar Inzaghi sejak lama.

“Nama Inzaghi adalah salah satu dari agenda kami dan kami mengantisipasi kemungkinan perpanjangannya dengan Lazio. Jika dia menandatangani kontrak baru, akan lebih rumit untuk mendapatkannya," kata Marotta dilansir dari Calciomercato.

"Dia memiliki kualitas manusia yang dibutuhkan pelatih Inter. Saya mengenalnya dan kami memilihnya dalam beberapa jam untuk menggantikan (Antonio) Conte."

Pernyataan Marotta tersebut menjadi sinyal panasnya hubungan Conte dan manajemen Inter sejak lama. Mereka sudah mempersiapkan rencana andai mantan juru taktik Juventus itu pergi secara tiba-tiba.

Inzaghi memang terbilang cukup sukses menangani Inter. Dengan skuat yang tak semewah musim lalu, La Beneamata sukses dibawanya lolos ke fase gugur Liga Champions.

Prestasi ini tak bisa dilakukan Inter-nya Conte musim lalu. Peluang mereka untuk mempertahankan Scudetto juga masih terbuka karena kini duduk di peringkat ketiga.

“Kami menginginkan pelatih Italia (sebagai pengganti Conte) karena kami memiliki karakteristik yang berbeda dari klub lain," tegas Marotta.