BolaSkor.com - Javi Martinez seolah menjadi jimat kemenangan Bayern Munchen di ajang Piala Super Eropa. Namun hal itu tak menjamin masa depannya bersama Die Roten.

Munchen total sudah dua kali menjuarai Piala Super Eropa pada 2013 dan 2020. Kedua trofi tidak mungkin diraih tanpa kehadiran Martinez.

Pada 2013, Munchen yang berstatus sebagai juara Liga Champions bersua jawara Liga Europa, Chelsea. Pemenang duel ini harus ditentukan lewat babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga masa perpanjangan waktu usai.

Baca Juga:

Bayern Munchen 2-1 Sevilla: Lewat Perpanjangan Waktu, Die Roten Raih Trofi Piala Super Eropa Kedua

Thomas Muller Segera Rebut Status Pesepak Bola Tersukses Jerman

5 Fakta Menarik Usai Bayern Munchen Juarai Piala Super Eropa: Deja Vu Javi Martinez

Javi Martinez saat menjuarai Liga Champions, bulan lalu.

Munchen nyaris takluk di babak perpanjangan waktu karena masih tertinggal 1-2 hingga menit ke-120. Namun Javi Martinez memperpanjang napas raksasa Jerman itu lewat golnya beberapa detik sebelum pertandingan usai.

Munchen akhirnya mampu mengunci gelar juara setelah lima eksekutor penaltinya sukses menjalankan tugas. Sementara satu penendang Chelsea, yaitu Romelu Lukaku gagal sehingga babak tos-tosan berakhir dengan skor 5-4 untuk Javi Martinez dan kawan-kawan.

Itu merupakan trofi Piala Super Eropa pertama sepanjang sejarah Munchen. Gelar itu tak mungkin diraih tanpa kontribusi nyata Javi Martinez.

Tujuh tahun berselang cerita nyaris serupa kembali terulang. Javi Martinez kembali menjadi penyelamat Munchen di ajang Piala Super Eropa lewat golnya di babak perpanjangan waktu.

Golnya kali ini bahkan bukan sekadar menyelamatkan Munchen dar kekalahan. Sundulan Martinez pada menit ke-104 memastikan kemenangan kubu Allianz Arena atas Sevilla dengan skor 2-1.

"Ini seperti 2013 ketika saya juga mencetak gol, jadi perasaan yang menyenangkan hari ini. Saya selalu berusaha memberikan segalanya, meski hanya bermain 10 atau 15 menit," kata Javi Martinez usai laga.

"Javi mencetak gol dan memenangkan pertandingan kami. Terkadang sepak bola menulis cerita yang indah ini," sambung pelatih Munchen, Hansi Flick kepada Sky Sports.

Ironisnya, kebersamaan Javi Martinez di Munchen terancam berakhir. Pemain berusia 32 tahun itu dikabarkan segera kembali ke klub lamanya, Athletic Bilbao.

Faktor kesempatan bermain yang minim dan kontraknya yang tersisa satu tahun menjadi latar belakang rumor ini. Flick tak membantah dan mengiyakan kabar ini.

"Pada hari Rabu ada laporan bahwa dia berada di Bilbao, namun malam ini dia mencetak gol kemenangan," kata Flick berteka-teki.

Sepanjang musim lalu, Javi Martinez hanya tampil sebanyak 24 kali untuk Munchen di semua kompetisi. Ia sering absen karena berkutat dengan sejumlah cedera.

Kembali ke Bilbao mungkin keputusan terbaik untuk kelanjutan karier Javi Martinez. Namun bukan tidak mungkin ia tetap bertahan di Munchen dan menjelma menjadi jimat kemenangan di ajang lain.