BolaSkor.com - Putra mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman, yang diwakili Public investment Fund (PIF) dikabarkan sedang memasuki tikungan terakhir untuk mengakuisisi Newcastle United. Namun, di tengah kabar tersebut, ada ironi yang terjadi di sepak bola Arab Saudi.

Negosiasi pembelian Newcastle United oleh Mohammad bin Salman sudah terjadi sejak setahun terakhir. Namun, beberapa masalah seperti dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan sang pengeran menjadi batu sandungan.

Kini, negosiasi menemui titik terang. Kabarnya, Public investment Fund (PIF) akan membeli saham Newcastle United sebanyak 80 persen dengan harga 300 juta poundsterling.

Baca Juga:

Arturo Vidal Tertarik Hengkang ke Newcastle jika Massimiliano Allegri Jadi Manajer

3 Dampak Besar yang akan Terjadi jika Newcastle United Diakuisisi PCP Partners

Adu Kaya Pemilik Manchester City Kontra Calon Induk Semang Newcastle United

Namun, di belakang jumlah uang besar tersebut, ada kabar ironi di sepak bola Arab Saudi. Meski dipandang punya sumber dana melimpah, namun situasi yang terjadi tidak seindah itu.

Saat ini, sepak bola Arab Saudi turut terkena dampak pandemi virus corona di mana sudah ditemukan 13.930 kasus pada negara tersebut. Kerajaan Arab Saudi membuat beberapa peraturan penghematan yang memengaruhi klub sepak bola.

Al Watan melaporkan, federasi sepak bola Arab Saudi (SAFF), liga, dan klub akan kehilangan 74 juta euro soal hak siar televisi. Sebab, masih ada delapan putaran tersisa yang belum dihelat.

Untuk mengatasi masalah itu, kementerian olahraga Arab Saudi juga akan memberikan 247.336 euro ketika pertandingan sepak bola dihadiri lebih dari 10 ribu suporter.

Rupanya, ini bukan kali pertama dunia sepak bola Arab Saudi punya masalah menyangkut uang. Pada 2018, Mohammad bin Salman membantu klub sepak bola membayar gaji para pemain yang belum dibayarkan. Sebagian besar pemain itu sudah mengadu ke FIFA.

Melalui otoritas olahraga umum dan SAFF, Mohammad bin Salman menyuntikkan 315 juta euro untuk tetap menjalankan kompetisi (Saudi Professional League) dan membayar utang-utang tersebut.

Berkaca dari situasi itu, jelas terlihat masih ada carut-marut dalam dunia sepak bola di Arab Saudi. Pada saat yang sama, sang putra mahkota melebarkan sayapnya dengan membeli klub Premier League.