BolaSkor.com - Atlet berkuda Indonesia,Ivana Putri Santosa, kembali mendapat kesempatan tampil pada Asian Equestrian Federation (AEF) di Qatar pada 2020. Sebelum turun pada ajang tahunan tersebut, Ivana harus lolos kualifikasi terlebih dahulu.

Bagi Ivana, ini menjadi kali keduanya tampil di AEF. Pada 2018, remaja berusia 15 tahun itu berhasil lolos hingga ke babak final.

Berbekal pengalaman sebelumnya, persiapan Ivana kali ini jauh lebih matang. Siswa SMA Negeri 1 Semarang itu bahkan hampir setiap hari berlatih.

“Karena ini sudah kali kedua, saya sudah tahu harus seperti apa. Pelajaran yang dipetik dari tahun lalu adalah jangan terlalu percaya diri,” ujar Ivana.

Pada 2018, Ivana memiliki persiapan yang terlalu mepet. Ivana bahkan sempat tidak tahu kalau ia lolos ke Qatar.

Baca Juga:

Resmi: Andi Gilang Gantikan Dimas Ekky Turun Satu Musim di Moto2 2020

Kenal Dekat, Bos Repsol Honda Kenang Sosok Almarhum Afridza Munandar

“Saat itu saya masuk di pre eliminary. Namun, dua minggu sebelum Porda ada pemberitahuan dipertandingkan itu kelas di atas pre eliminary.Untungnya kuda saya itu memang sudah disiapkan untuk naik kelas. Jadi kudanya kayak ngajarin, terus pelatih juga menyarankan untuk meninggalkan Porda dulu,” tutur Ivana.Pada AEF 2018, Ivana menempati peringkat ke-14. Turun di nomor dressage, ia sempat mengalami kendala saat ada di Qatar.

“Dari 15 peserta kan ada 15 kuda, tetapi jurinya memutuskan tidak menggunakan delapan kuda karena tidak lolos kualifikasi. Sementara kuda saya itu yang paling mending, tetapi parah.

Jadi di antara kuda yang jelek, kuda saya paling bagus,” cerita Ivana.

Di level nasional, Ivana sudah memiliki sederet prestasi. Memulai karier dari usia 12 tahun, Ivana berhasil merebut belasan penghargaan.

Cita-cita Ivana di equestrian terbilang tinggi. Oleh karena itu, kesempatan tampil di AEF untuk kedua kalinya tak ingin disia-siakan Ivana.

“Mimpi tertinggi itu bisa mewakili Indonesia di berbagai ajang internasional seperti Asian Games atau single event lainnya,” tutur Ivana.