BolaSkor.com - Dusan Vlahovic menjadi salah satu primadona pada bursa transfer musim panas lalu. Namun ia tak kecewa setelah takdir membuatnya bertahan di Fiorentina.

Vlahovic menjadi buruan banyak klub usai tampil impresif sepanjang musim lalu. Ia mampu mencetak 21 gol dan dua assist untuk menyelamatkan Fiorentina dari ancaman degradasi.

Dengan rekor gol dan usia yang baru 21 tahun, Vlahovic menjadi prospek jangka panjang yang menjanjikan. Tak heran klub-klub seperti Inter Milan, Tottenham Hotspur, hingga Atletico Madrid berniat membajaknya.

Baca Juga:

5 Hal Menarik dari Dusan Vlahovic, Pemain yang Diburu Banyak Klub Eropa

Lautaro Martinez Not For Sale, Dusan Vlahovic Jadi Kebanjiran Peminat

Atletico Semakin Kuat, Kian Dekat Rekrut Striker Timnas Serbia

Dusan Vlahovic

Namun rencana tiga klub tersebut menemui kendala. Fiorentina memagari Vlahovic dengan banderol mencapai 70 juta euro.

Hingga jendela transfer di tutup, tidak ada yang berani memenuhi permintaan Fiorentina. Vlahovic pun harus kembali menghabiskan satu musim lagi bersama La Viola.

Bermain di klub yang lebih besar tentu akan membuat karier Vlahoviuc semakin bersinar. Namun penyerang berkebangsaan Serbia itu ternyata merasa bahagia bisa bertahan di Fiorentina.

“Saya baik-baik saja di Florence. Saya tiba ketika saya masih sangat muda, ini adalah rumah kedua saya," kata Vlahovic kepada DAZN.

"Saya selalu berbicara dengan tulus karena mereka yang datang dari Balkan melakukan lebih banyak hal dengan hati daripada otak. Saya merasa ingin bertahan, saya pikir saya bisa berkembang lebih jauh di sini."

"Saya akan mencetak banyak gol dan assist, sisanya akan datang ketika itu datang," tambahnya.

Keputusan Vlahovic sejauh ini terbukti tepat. Ia mampu mempertahankan ketajamannya pada awal musim 2021-2022.

Dari lima laga di semua kompetisi, Vlahovic mampu membukukan lima gol. Tiga di antaranya tercipta di Serie A dan membuatnya bersaing sengit dalam daftar top skorer.

Alasan lain

Selain nyaman, Vlahovic juga mengungkapkan alasan lain bertahan di Fiorentina. Ia merasa sudah cocok dengan gaya melatih yang diterapkan Vincenzo Italiano.

“Dia adalah salah satu alasan saya memilih untuk tinggal. Dia selalu bersamamu, tidak membiarkanmu bernafas, dan kamu hanya bisa berkembang," kata Vlahovic lagi.

Italiano memang terbukti mampu memaksimalkan bakat Vlahovic. Jebolan akademi Partizan itu dianggap banyak pihak memiliki gaya bermain yang mirip dengan Zlatan Ibrahimovic.

Andai mampu mempertahankan performanya, Vlahovic akan kembali menjadi buruan klub-klub besar pada musim panas tahun depan. Pada saat itulah yang bersangkutan harus memilih antara terus bertahan di Fiorentina atau keluar dari zona nyamannya.