BolaSkor.com - Pekan ini terasa bagai pekan yang ingin dilupakan oleh Aprilia. Setelah putusan kasus Andrea Iannone keluar, satu per satu incaran mereka justru kabur.

Mulai dari Cal Crutchlow yang memilih menjadi pembalap penguji Yamaha sampai penolakan keras dari Andrea Dovizioso. Jorge Lorenzo pun masih belum memberikan jawaban apa pun.

Sementara dua pembalap Moto2, Marco Bezzecchi dan Fabi Di Giannantonio, memilih bertahan di kasta kedua. Sedangkan Lorenzo Savadori kurang meyakinkan.

Saat ini, bisa dibilang satu-satunya pilihan Aprilia adalah Tito Rabat yang didepak Esponsorama. Namun, rupanya pabrikan asal Italia itu memiliki nama lain untuk menggantikan Iannone.

Baca Juga:

Seperti Keluarga Cemara, Crutchlow Tahu Harta Apa yang Paling Berharga

Hasil FP3 MotoGP Valencia: Morbidelli Tercepat, Mir Perbaiki Catatan

Adalah Chaz Davies, nama yang asing di kancah MotoGP tetapi akrab dengan penggemar Superbike. Davies merupakan runner up dalam tiga dari empat musim terakhir di Superbike.

Performanya sendiri cukup meyakinkan di Superbike. Beruntung bagi Aprilia, hingga saat ini Davies belum terikat kontrak dengan tim mana pun.

Menilik sepak terjangnya, pembalap asal Wales itu cukup meyakinkan. Delapan tahun berkarier di Superbike, total 34 kemenangan dan 107 podium telah dia raih.

Sejatinya nama Davies meroket ketika tampil di ajang 250cc 2006. Setelah itu, dia menerima kesempatan untuk tampil di MotoGP untuk menggantikan Alex Hoffman.

Sayangnya karier Davies di MotoGP berjalan singkat. Hanya tiga balapan yang diberikan oleh Pramac Ducati saat itu sebelum digantikan Ivan Silva.

Total hanya tiga kali Davies beraksi di lintasan MotoGP. Dari jumlah tersebut, prestasi terbaiknya adalah finish di peringkat ke-16 MotoGP Amerika Serikat.

Kini, Davies memiliki peluang kembali ke MotoGP. Beruntung baginya, media-media di Inggris dikabarkan meminta minimal ada satu pembalap Inggris Raya di MotoGP musim depan.

Dengan pensiunnya Crutchlow serta kasus yang menimpa Iannone, Davies memiliki peluang besar kembali menjajal MotoGP. Dengan pengalamannya di Superbike, pembalap 33 tahun itu ingin memperbaiki keberuntungannya.