BolaSkor.com - Di antara tim-tim top di Premier League, Manchester United paling telat merekrut pemain baru di bursa transfer musim panas 2022 dan baru mendatangkan tiga pemain. Kendati demikian fans tetap optimistis, mengapa?

Red Devils telah memainkan tiga laga uji coba pramusim menatap musim 2022-2023 melawan Liverpool (4-0), Melbourne Victory (4-1), dan Crystal Palace (3-1). Ketiga laga dilalui dengan kemenangan kala mereka tur di Thailand dan Australia.

Kemenangan bukan tolok ukur pada pramusim melainkan bonus. Tak ayal yang paling dicermati dari performa Harry Maguire dkk adalah permainan yang 180 derajat berbeda dari musim lalu, padahal wajah skuad Man United tak jauh berbeda.

Minus Edinson Cavani, Juan Mata, Jesse Lingard, Nemanja Matic, dan Paul Pogba yang sudah hengkang, plus absennya Cristiano Ronaldo di pramusim, praktis skuad Man United yang dilatih Erik ten Hag saat ini tak jauh berbeda dari musim lalu.

Baca Juga:

Bruno Fernandes: Cristiano Ronaldo Bukan Sumber Masalah Manchester United

5 Klub yang Menolak Cristiano Ronaldo Beserta Alasannya

Kisah Cristiano Ronaldo dengan Manchester United Sudah Tamat

Tambahan pemain anyar, baru Tyrell Malacia yang mengikuti pramusim Man United sementara Christian Eriksen dan Lisandro Martinez belum bergabung.

Wajah sama tapi Man United bak tim yang berbeda. Permainan mereka dari pramusim proaktif, bermain agresif, coba mendominasi penguasaan bola, memainkan operan bola pendek, melakukan pergerakan yang dinamis, dan juga melakukan high pressing dalam fase bertahan. Perbedaan itu dicermati oleh Jadon Sancho.

“Pramusim ini, kami memiliki pemain yang sama tetapi sepertinya tim yang sama sekali berbeda dan saya pikir itu adalah sesuatu yang sedang kami kerjakan dan saya merasa kami menjadi lebih baik,” tutur Sancho di laman resmi Man United.

"Manajer itu hebat dalam ikatan tim dan bersenang-senang bersama dan melakukan hal-hal seperti makan malam tim dan hal-hal seperti itu. Jadi, ya, itu membantu."

Sancho juga menuturkan betapa berkomitmennya Ten Hag dalam menyampaikan keinginannya, filosofi sepak bola, mengenai permainan sepak bola yang ingin dimainkan Man United.

“Kami telah mengadakan banyak pertemuan dengan manajer dan memahami bagaimana dia ingin kami bermain, dan pasti ada tanda besar dari semua orang yang menerimanya dan kami menghasilkan apa yang dia inginkan terjadi," imbuh Sancho.

“Anda dapat melihat dalam permainan, seperti yang saya katakan sebelumnya, dengan cara kami bermain dan ada lebih banyak struktur dan peluang untuk mencetak gol, dan kami juga lebih banyak menguasai bola dan menjadi efektif.”

Sancho (22 tahun) yang gabung dari Borussia Dortmund seharga 73 juta poundsterling pada 2021 turut termotivasi. Ia memainkan pramusim, dalam kondisi bugar, dan siap membangkitkan kariernya musim ini.

"Ini adalah pramusim pertama saya dengan United karena tahun lalu saya mengalami infeksi di telinga saya sehingga saya tidak bisa melakukan seluruh pramusim dengan tim yang sedikit mengganggu pada saat itu, dan (berarti) kurangnya kebugaran dan pemahaman tentang bagaimana para pemain bermain," tambah Sancho.

“Tapi sekarang, musim ini, saya merasa jauh lebih nyaman dan, terutama mencetak gol di pramusim, itu adalah dorongan kepercayaan diri untuk diri saya sendiri dan, semoga, saya bisa membawanya ke musim ini dan mempertahankannya," harapnya.