BolaSkor.com - Penyerang Real Madrid, Karim Benzema, tengah berada di kondisi terbaiknya dan menduduki puncak top skor LaLiga saat ini dengan torehan sembilan gol. Tak ayal permintaan publik untuk melihatnya kembali memperkuat timnas Prancis semakin besar.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan media Prancis, L'Equipe, sebanyak 73 persen menginginkan Benzema kembali memperkuat timnas Prancis, 24 persen berkata tidak, sementara sisa tiga persen belum menentukan.

Wajar memang jika publik, khususnya warga Prancis, melihat Benzema layak kembali membela Les Bleus - julukan timnas Prancis. Sebanyak 48 persen dari total 25 gol Real Madrid musim ini di LaLiga disumbangkan oleh mantan pemain Olympique Lyonnais tersebut.

Benzema, 31 tahun, tidak memperkuat Prancis sejak 8 Oktober 2015 - sehari setelah Benzema mencetak dua gol ketika Prancis menang 4-0 melawan Armenia. Benzema telah mencetak 27 gol dari total 81 pertandingan dengan Prancis.

Baca Juga:

Karim Benzema Lalui Rekor Dua Legenda Real Madrid dalam Daftar Top Skor LaLiga Sepanjang Masa

Trisula BBC Real Madrid Bisa Bekerja Baik karena Peran Besar Karim Benzema

Keberadaan Karim Benzema Sulitkan Penyerang-penyerang Baru Datang ke Real Madrid

Karim Benzema

Adapun pengusiran Benzema dari timnas Prancis terjadi setelah ia terlibat pemerasan kepada pemain Lyon, Mathieu Valbuena, terkait rekaman video seks pada 2015. Benzema sudah cukup dihukum karena insiden itu dan dinilai publik layak memperkuat timnas Prancis.

Apalagi saat ini, performa Antoine Griezmann tengah menurun dengan Barcelona dan Olivier Giroud jarang dimainkan Frank Lampard di Chelsea. Zinedine Zidane, pelatih Madrid, pernah berkata Benzema layak kembali membela timnas Prancis.

"Dia selalu ingin bermain untuk timnas Prancis. Sejujurnya, saya tidak tahu persis apa yang sedang terjadi," tutur Zidane beberapa waktu lalu.

"Tapi dari sudut pandang sepak bola, dia yang terbaik. Saya kira dia seharusnya dapat tempat di timnas Prancis. Ini di luar peran saya, tapi dia seharusnya dipanggil."

Komentar Zidane itu ditanggapi Didier Deschamps, pelatih Prancis, dengan tenang. "Saya tidak masalah dia bilang begitu. Dia adalah pelatih Real Madrid, jadi tugasnya bicara seperti itu," balas Deschamps.