BolaSkor.com - Eks pebulu tangkis Indonesia, Alan Budikusuma, mengenang perjuangan untuk bisa tampil di Olimpiade 1992. Menurutnya, terdapat motivasi khusus karena bulu tangkis akhirnya dipertandingkan pada ajang tersebut.

Bulu tangkis pertama kali dipertandingkan pada Olimpiade 1992. Saat itu, setiap negara bisa mengirimkan tiga wakil andai bisa masuk delapan besar dunia.

Terdapat lima atlet putra Indonesia yang bersaing memperebutkan tiket lolos ke Olimpiade 1992. Mereka adalah Alan Budikusuma, Joko Suprianto, Ardy B Wiranata, Hermawan Susanto, dan Haryanto Arbi.

Seleksi untuk tampil di Olimpiade 1992 sudah berlangsung sejak Mei 1991. Pada akhirnyam tiga pebulu tangkis Indonesia yang lolos adalah Alan, Ardy, dan Hermawan.

Baca Juga:

Gubernur Tokyo Anggap Ucapan Calon Wali Kota London Tak Pantas soal Jadi Tuan Rumah Pengganti Olimpiade 2020

Jelang Olimpiade 2020, Komisi X DPR RI Beri Catatan untuk Kemenpora

Hampir 30 tahun setelah memenangi Olimpiade 1992, Alan mengenang pengalamannya tersebut. Tentu gelar medali emas cukup menakjubkan, mengingat dia tidak diunggulkan.

"Pada saat sudah ditunjuk bulu tangkis masuk Olimpiade, tentunya sangat luar biasa. Persaingan mulai terasa. Mungkin kalau turnamen perorangan yang lain seperti All England dan Open-Open yang lain kan bisa satu tahun sekali," kenang Alan.

"Tetapi kalau Olimpiade ini merupakan turnamen terbesar di seluruh cabang olahraga, istilahnya di seluruh jagat ini kalau turnamen ya puncaknya pasti di Olimpiade. Jadi setiap atlet tentunya ingin ikut. Kualifikasi memang terasa berat."

"Sama sekali saya nggak menyangka bisa menang. Blank dan tidak ada firasat apa-apa. Yang pasti saya hanya berjalan, menyelesaikan perjalanan saya satu persatu di Olimpiade ini," tamba suami Susy Susanti itu.

Pada laga final, Alan Budikusuma mengalahkan rekan senegaranya, Ardy B Wiranata. Alan meraih medali emas setelah menang dengan skor 15-12, 18-13.