BolaSkor.com - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menjawab kritik dari Asosiasi Pesepak Bola Dunia (FIFPro) terkait kebijakan pemotongan gaji pemain. Ia meminta semua pelaku sepak bola Indonesia untuk bersatu agar bisa keluar dari situasi sulit ini.

Pada masa pandemi virus corona, PSSI mengeluarkan kebijakan pemangkasan gaji kepada seluruh pemain yang berlaga di Liga 1 dan Liga 2. Regulasi ini membuat setiap pemain hanya menerima gaji 25 persen selama kompetisi dihentikan hingga Mei mendatang.

Kebijakan inilah yang akhirnya dikritik FIFPro. Mereka menganggap besaran nominal pemotongan gaji terlalu besar dan dibuat tanpa berdiskusi dengan perwakilan pemain.

Namun Iriawan punya alasan kuat di balik keputusan tersebut. Ia menganggap pemotongan gaji harus dilakukan demi menyelamatkan klub-klub dari ancaman kerugian karena tak adanya pemasukan.

Baca Juga:

Kode Menpora untuk PSSI agar Kompetisi Kembali Berlanjut

FIFPro Kritik PSSI soal Kebijakan Potong Gaji Pesepak Bola Profesional di Liga 1 dan Liga 2

Ketum PSSI Lapor Persiapan Piala Dunia U-20 ke Menpora, Pemerintah Tekankan Hal Ini

"Hentikan berdebat tentang untung, rugi dan bunyi kontrak. Tidak ada guna memperdebatkan situasi bencana yang justru malah terkesan tidak berempati dengan kesulitan yang sama-sama dihadapi oleh bangsa," kata Iriawan dikutip dari Antara.

"Faktanya, saat ini kompetisi sedang mati suri. Jangan ada pihak yang malah 'mengompori'."

Iriawan mengaku sudah berkoordinasi dengan FIFA terkait hal ini. Mantan Kapolda Metro Jaya tesebut berharap seluruh pihak mau saling membantu menyelamatkan sepak bola Indonesia dari krisis ini.

"Saya berharap semua pihak bisa saling berangkulan erat untuk bersama-sama bangkit dan bertahan hidup melewati bencana ini, baik itu klub, pemain, pelatih dan semua insan bola yang saling mengikat kontrak," pungkasnya.