BolaSkor.com - Premier League mengumumkan laga Liverpool melawan Manchester United di Stadion Anfield, Minggu (19/1) malam WIB, akan dipimpin Craig Pawson. Sontak pendukung kedua kubu bereaksi.

Meski berada di puncak dengan selisih 14 poin dengan Manchester City di peringkat kedua dan masih memiliki satu laga sisa, Liverpool dipastikan akan menghadapi laga sulit. The Reds akan melawan Manchester United, satu-satunya tim yang mampu mencuri poin dari Liverpool musim ini.

Sementara United membutuhkan kemenangan untuk bisa bersaing mendapatkan posisi di empat besar klasemen. Karenanya laga ini memiliki arti penting bagi kedua kubu.

Baca Juga:

Satu Syarat Pochettino Mau Latih Manchester United

Man United 1-0 Wolves: Juan Mata Brilian, Marcus Rashford Cedera Jelang North West Derby

Jurgen Klopp Dianggap Lebih Hebat daripada Manajer Legendaris Manchester United

Setelah mengetahui laga dipimpin wasit Craig Pawson, suporter Man United ramai-ramai bereaksi buruk. Pawson dinilai akan lebih menguntungkan Liverpool sebagai tuan rumah. Sebagian menilai Pawson wasit yang lemah dan akan lebih menggantungkan keputusan kepada VAR. Jika itu terjadi, fans United merasa Liverpool akan diuntungkan.

Sebaliknya, suporter Liverpool juga tidak menyambut baik penunjukkan Carig Pawson. Pendukung Liverpool langsung teringat laga melawan Manchester United pada Maret 2018. Kala itu Liverpool kalah 1-2 saat tampil di Old Trafford.

Liverpool merasa dirugikan karena pada laga itu wasit Pawson menolak permintaan penalti mereka, tidak cuma satu, melainkan empat permintaan penalti.

Tidak hanya kubu Liverpool yang kecewa dengan keputusan wasit, pengamat sepak bola Chris Kamara pun mengaku terkejut dengan kinerja wasit. "Saya rasa ada tiga atau empat penalti," ujar Kamara yang saat itu menjadi komentator di sebuah televisi.


Kontroversi Lain

Selain laga Man United melawan Liverpool pada Maret 2018, Pawson memiliki catatan kontroversial lainnya.

Pada Desember 2016, mantan wasit Howard Webb menyarankan kepada Premier League untuk membatalkan keputusan menunjuk Craig Pawson sebagai wasit laga Liverpool kontra Manchester City di malam tahun baru. Howard menjadikan kejadian pada laga sebelumnya sebagai landasan.

Pawson menjadi sorotan setelah memberi kartu merah kepada Jamie Vardy pada laga Leicester City melawan Stoke City. Keputusan itu dinilai keliru. Seusai laga manajer Leicester Claudio Ranieri langsung mendekati Pawson untuk melancarkan protes, hingga harus dipisahkan tim keamanan.

Parahnya lagi, tiga hari sebelumnya Pawson juga meninggalkan kontroversi saat memimpin saat Manchester United mengalahkan Crystal Palace 2-1. Pada laga itu, Pawson dinilai melakukan beberapa kesalahan penting, salah satunya ketika tidak memberikan kartu merah kepada bek United Marcus Rojo.

Selain Howard Webb, eks wasit berpengalaman lain Graham Poll juga kala itu meminta Pawson untuk istirahat sementara waktu dan tidak menerima penugasan. "Kami (wasit) bertanggung jawab. Kami membuat kesalahan, kami mempengaruhi hasil, dan kami harus membayar kesalahan."

Teranyar, Premier League memutuskan menarik penugasan Craig Pawson pada laga pekan ke-21 kemarin. Premier League mencoret nama Pawson dari daftar wasit yang bertugas. Sejatinya Pawson akan bertugas di stadion Emirates sebagai wasit keempat.

Keputusan ini diambil menyusul performa Pawson saat memimpin pertandingan Arsenal melawan Chelsea, juga di Emirates. Pada laga yang dimenangkan Chelsea 2-1 itu Pawson dinilai membuat kesalahan dengan tidak mengusir Jorginho.

Pada laga itu, Jorginho yang sudah mendapatkan kartu kuning terlihat jelas menarik Matteo Guendouzi. Namun Jorginho lepas dari kartu kuning kedua yang justru diberikan Pawson kepada Alexandre Lacazette.

Setelah diistirahatkan, kini Pawson kembali bertugas dalam laga panas yang sarat rivalitas, Liverpool kontra Manchester United.