BolaSkor.com – Penyerang muda Atletico Madrid, Joao Felix, sukses menyabet penghargaan Golden Boy 2019 atau penghargaan yang diberikan kepada pemain muda terbaik. Felix mengalahkan tiga kompetitornya: Jadon Sancho (Borussia Dortmund), Kai Havertz (Bayer Leverkusen), dan Erling Braut Haaland (RB Salzburg).

"Terima kasih kepada Tuttosport untuk penghargaan Golden Boy 2019, saya sangat bangga. Ini kali kedua pemain dari Atletico Madrid yang telah memenangi penghargaan ini dan saya bahagia," tutur Joao Felix kepada Tuttosport.

"Terima kasih juga kepada Benfica, khususnya pelatih Bruno Lage atas segalanya yang diberikan kepada saya dan keluarga saya yang selalu dekat dengan saya," lanjut pemain berusia 20 tahun tersebut.

Baca Juga:

Kalahkan Sancho dan Havertz, Joao Felix Jadi Pemain Muda Terbaik 2019

7 Pemain Muda U-20 yang Mencuri Perhatian di Musim 2019-20

5 Alasan Real Madrid Tak Keliru Ngebet Rekrut Kylian Mbappe

Felix jadi pemain Portugal kedua yang memenangi Golden Boy setelah Renato Sanches di tahun 2016. Saat ini, Felix memperkuat Atletico setelah sebelumnya membela Benfica. Dia dibeli sebesar 126 juta euro dan jadi pemain muda termahal dunia setelah Kylian Mbappe.

Transfer terbesar Benfica dan pembelian termahal Atletico itu direkrut untuk menggantikan Antoine Griezmann yang pergi ke Barcelona. Felix langsung mengenakan nomor punggung tujuh di Atletico.

Felix kini telah bergabung dengan klub pemenang Golden Boy lainnya. BolaSkor.com akan membahas soal 10 pemenang sebelum Felix dan nasibnya kini. Berikut ulasannya:

1. Alexandre Pato – 2009

Alexandre Pato

Nama yang satu ini sempat digadang-gadang sebagai calon striker top masa depan timnas Brasil. Maklum saja, Alexandre Pato tampil bagus di usia muda dengan Internacional dan membawa klub juara Piala Dunia Antar Klub 2006.

AC Milan memboyongnya pada 2007 dan Pato bermain hingga 2013. Karier The Duck – julukan Pato – tidak terlalu bersinar di akhir kariernya dengan Milan.

Pasca meninggalkan Milan, Pato bermain di Corinthians, Sao Paulo, Chelsea, Villarreal, Tianjin Tianhai, dan kini kembali ke Brasil dengan Sao Paulo. Usianya kini berumur 30 tahun.

2. Mario Balotelli – 2010

Mario Balotelli

Pemuda berbakat yang diprediksi punya masa depan cerah namun gagal memaksimalkan talentanya. Nasib Balotelli tidak jauh berbeda dari Pato. Tapi, Balotelli bisa disebut menghancurkan kariernya sendiri dengan kontroversi yang kerap dibuatnya. Tak ayal julukan bad boy melekat dalam dirinya.

Pada usia 29 tahun, Balotelli tidak berada di level tertinggi dengan klub top Eropa dan kini berada di Brescia. Tapi, setidaknya dia pernah memperkuat Inter Milan, Manchester City, AC Milan, dan Liverpool.

3. Mario Gotze – 2011

Mario Gotze

Tiga tahun setelah memenangi Golden Boy, Mario Gotze menjadi pahlawan Jerman di Piala Dunia 2014 via golnya ke gawang Argentina di final. Namun, kariernya tak lagi sama sejak pindah dari Borussia Dortmund ke Bayern Munchen pada 2013. Gotze pada akhirnya kembali ke Dortmund pada 2016 dan masih berada di sana pada usia 27 tahun.

4. Isco – 2012

Isco

Francisco Roman Alarcon Suarez alias Isco. Gelandang serang asal Spanyol memenangi Golden Boy pada 2012 ketika ia masih memperkuat Malaga. Kini, Isco memasuki tahun keenamnya dengan Real Madrid. Pemain berusia 27 tahun telah memenangi empat titel Liga Champions dan satu LaLiga.