BolaSkor.com - Amerika Serikat memiliki Presiden baru hingga empat tahun ke depan. Tidak lagi dipimpin oleh Donald Trump, Negeri Paman Sam memiliki Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden usai memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat 2020.

Biden mengalahkan Trump dari hasil perhitungan suara yang dimuat Fox News dengan 49,7 persen suara, sementara Trump beda tipis 49,2 persen suara. Pidato kemenangan Joe Biden penuh dengan pesan khusus untuk warga AS.

"Sudah waktunya untuk menyingkirkan retorika kasar, menurunkan suhu, bertemu lagi, saling mendengarkan, dan untuk membuat kemajuan, kita harus berhenti memperlakukan lawan kita sebagai musuh kita. Mereka bukan musuh kita. Mereka orang Amerika," tegas Biden.

"Saya berjanji untuk menjadi presiden yang berupaya untuk tidak memecah belah, tetapi mempersatukan, yang tidak melihat negara bagian merah dan negara bagian biru, tetapi hanya melihat Amerika Serikat."

Baca Juga:

Menilik Perjalanan Karier 6 Pemain Amerika Serikat yang Pernah Bermain di Serie A

Weston McKennie, 'Koboi' dari Texas yang Memberi Warna Baru dalam Skuad Juventus

Kekalahan Donald Trump Bisa Berdampak untuk Liverpool

Mantan Wakil Presiden AS pada era Barack Obama itu juga memedulikan sepak bola yang disebut dengan "soccer" di Amerika Serikat, bukan "football". Dua hal yang menjadi disoroti darinya terkait sepak bola adalah: kesetaraan gender dan isu rasialisme.

Kesetaraan Gender

Joe Biden

Pria bernama lengkap Joseph Robinette Biden Jr itu juga memerhatikan sepak bola AS di tengah kesibukannya di dunia politik. Biden yang pernah menempuh pendidikan di University of Delawere dan Syracuse University Law School turut memerhatikan sepak terjang timnas Amerika Serikat Wanita. (USWNT).

Kala mereka menjuarai Piala Dunia 2019 dengan Megan Rapinoe sebagai kaptennya Joe Biden mengucapkan terima kasih di Twitter @JoeBiden. Biden juga mendapatkan jersey timnas AS dan mendukung sepenuhnya kesetaraan gender agar timnas wanita AS juga diperhatikan layaknya timnas pria.

"USWNT, selamat atas kemenangan besar dan terima kasih untuk jerseynya!" ucap Joe Biden. "Bakat, hati, dan dukungan Anda untuk upah yang setara mewakili yang terbaik dari Amerika dan berfungsi sebagai inspirasi bagi semua."

Biden bahkan berjanji apabila menjadi Presiden AS akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada perjuangan timnas wanita AS untuk kesetaraan gender.

"Kepada USWNT: jangan menyerah pada pertarungan ini. Ini belum berakhir," tambah Biden.

"Untuk sepak bola AS: gaji yang sama, sekarang. Atau saat saya presiden, Anda bisa pergi ke tempat lain untuk mendanai Piala Dunia."

Sekarang dengan kemenangan Joe Biden atas Donald Trump, Biden bisa lebih memiliki wewenang untuk mewujudkan aspirasi dari timnas wanita AS.

Isu Rasialisme

Gestur respek kepada kampanye Black Lives Matter

Isu rasialisme yang sudah terjadi selama bertahun-tahun di Amerika kembali memanas beberapa waktu lalu, usai warga berkulit hitam bernama George Floyd dianiaya polisi berkulit putih hingga sulit bernafas dan meninggal dunia di Minnesota pada Mei 2020.

Semenjak saat itu selalu ada kampanye Black Lives Matter untuk menunjukkan kepedulian kepada warga kulit hitam: tidak berbeda dengan warga kulit putih. Gestur itu menyebar di dunia dan juga dunia olahraga.

Banyak yang menunjukkan rasa respek mereka dengan berlutut dan mengepalkan tangan di udara. Menyoal hal tersebut Joe Biden tidak ragu menyampaikan sikapnya.

"Black lives matter. Titik. Saya tidak takut untuk mengatakannya. Ketidakadilan harus dihadapi secara langsung," tegas Joe Biden.

"Orang Afrika-Amerika membutuhkan keadilan dalam hal peluang ekonomi, perawatan kesehatan, peradilan pidana, pendidikan dan perumahan."

Dalam pidato kemenangannya sudah tertera jelas bahwa Joe Biden memedulikan isu rasialisme dan kesetaraan gender. Kini jadi waktu baginya menunjukkan hal itu bukan sekedar ucapan belaka pada janji-janji kampanye.