BolaSkor.com - Komite Adhoc Integritas PSSI merilis delapan poin penting. Pengumuman ini menyusul status tersangka Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono atau karib dipanggil Jokdri.

Satgas Anti Mafia Bola menetapkan Jokdri sebagai tersangka setelah menggeledah apartemennya di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (14/2). Meski begitu, pria asal Ngawi tersebut masih belum ditahan.

Jokdri terbukti sebagai dalang pengrusakan sejumlah barang yang disita Satgas Anti Mafia Bola ketika memeriksa Kantor Komisi Disiplin (Komdis) PSSI beberapa waktu lalu. Selain itu, Jokdri juga melanggar garis polisi yang telah terpasang di tempat tersebut.

Ketua Komite Adhoc Integritas, Ahmad Riyadh, mengeluarkan delapan sikap penting terkait atribut tersangka Jokdri. Berikut delapan pengumuman tersebut:

Baca Juga

Joko Driyono Terancam Kurungan 4 Tahun Penjara

Satgas Anti Mafia Bola: Joko Driyono Tersangka Perusakan Barang Bukti

1. Komite Integritas menyikapi berbagai persoalan dan perkembangan terakhir di PSSI, tetap sangat berharap Plt Ketua Umum bapak Joko Driyono menjadi motor penggerak dan penguatan komite integritas untuk menjalankan tugas menjaga integritas PSSI, sekarang dan ke depan.

2. Berkaitan dengan penggeledahan lanjutan ke rumah JD dan kantor PSSI, serta penetapan tersangka oleh Satgas Anti Mafia Bola, Komite Integritas tetap mensikapi secara positif, bahwa semua proses hukum tersebut merupakan upaya untuk menjawab dan menjernihkan persoalan yang sedang menerpa PSSI, berkaitan dengan isu pengaturan skor dan manipulasi pertandingan.

3. Kepada semua pihak baik penyidik maupun wartawan serta masyarakat, mohon tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam semua kasus di PSSI, karena proses hukum masih sedang berlangsung.

4. Proses hukum Satgas Anti Mafia Bola, diharapkan segera menyampaikan kepada masyarakat luas secara benar dan profesional, hasil penyidikan maupun proses penggeledahan sesuai dengan UU dan peraturan perundangan yang berkaitan.

5. Hasil pemeriksaan Satgas Anti Mafia Bola diharapkan, dapat memilah pelanggaran berkaitan dengan pidana dilanjutkan sesuai proses hukum yang sudah diatur sedemikian rupa. Dan pelanggaran berkaitan dengan statuta di informasikan resmi ke PSSI (Komite Integritas) untuk ditindaklanjuti sesuai dengan sanksi atau hukuman menurut statuta.

6.Komite Adhoc Integritas akan segera melakukan pertemuan dengan Plt Ketua Umum untuk memastikan Integritas PSSI terjaga sehingga akan memperjelas informasi kepada masyarakat.

7.Kejelasan informasi kepada masyarakat akan menumbuhkan kepercayaan kembali kepada PSSI, kemudian ke depan bersama pemerintah dan masyarakat berusaha sekuat tenaga semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasi tim nasional di event internasional.

8.Komite Integritas akan melakukan kinerja sesuai dengan hasil rapat bersama Penasehat dan anggota untuk membenahi internal dengan melakukan konsolidasi, dan melakukan komunikasi dengan pihak eksternal yang terkait sebagaimana juridiksi IAC.