BolaSkor.com - Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo menyatakan keinginan kepada PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk membuka bursa transfer pemain. Hal ini ingin dilakukan jika renegosiasi kontrak pada skuat Persik berjalan tak lancar.

Pasalnya, ia yakin tidak semua pemainnya bisa menerima kebijakan renegosiasi dalam kelanjutan Liga 1 nanti. Lantaran setiap pemain lokal maupun asing di Persik Kediri mempunyai klausul kontrak dengan nominal yang berbeda-beda.

Sesuai dengan SK PSSI bernomor SKEP/53/VI/2020 yang turun pada 27 Juni lalu, bahwa renegosiasi kontrak dilakukan klub bersama pemain, pelatih dan ofisial pada kisaran 50 persen, atau sekurang-kurangnya berada di atas Upah Minimum Regional setempat.

Baca Juga:

Masih Multi Tafsir, Arema FC Batal Rampungkan Renegosiasi Kontrak

Jawa Timur Zona Merah COVID-19, Arema FC Masih Yakin Bisa Berkandang di Malang

"Lalu bagaimana dengan pemain yang tidak sepakat dengan renegosiasi? Bagaimana statusnya, apakah masih di tim atau bisa pindah klub?," tanya Joko Susilo terkait kebijakan tersebut.

Dilanjutkannya, seharusnya PSSI maupun LIB juga memutuskan antisipasi atas kebijakan yang bersifat sentral. Yaitu dengan peluang untuk membuka bursa transfer pemain, untuk memproteksi masa depan pemain.

"Bagaimana kalau sampai copot sampai tiga pemain? Kalau saya, ya jelas menggantinya (dengan pemain baru melalui bursa transfer). Kalau tidak ada (bursa transfer), ya tidak fair (adil)," tandas Joko Susilo.

Tim berjuluk Macan Putih sendiri memiliki 26 pemain dalam mengarungi kompetisi Liga 1 musim ini. Sebanyak 22 nama merupakan perpaduan pemain senior maupun usia muda serta 4 diantaranya berstatus pemain asing. (Laporan Kontributor Kristian Joan)