BolaSkor.com - UEFA selaku Federasi Sepak Bola Eropa telah mengundi fase grup Liga Champions 2021-2022 pada Kamis (26/08) malam WIB. Tidak hanya undian, ada juga pengumuman kategori Pemain Terbaik Putra Eropa.

Kandidatnya ada tiga yaitu Kevin De Bruyne (Manchester City) dan dua pemain Chelsea, N'Golo Kante dan Jorginho. Keduanya merupakan finalis Liga Champions musim lalu dan The Blues menjadi juara dengan kemenangan 1-0.

Pemenang kategori Pemain Terbaik Putra Eropa itu dimenangi oleh Jorginho. Gelandang keturunan Brasil berpaspor Italia mengalahkan Kante dan De Bruyne. Itu menjadikannya pemain setelah Cristiano Ronaldo yang memenangi penghargaan dan dua trofi besar dalam setahun.

Jorginho melengkapi raihan titel Liga Champions dan Piala Eropa dengan penghargaan Pemain Terbaik. Jangan lupa juga Jorginho memenangi Piala Super Eropa dengan Chelsea.

Baca Juga:

Daftar Pemenang Penghargaan UEFA 2021: Jorginho Jadi Pemain Terbaik

Hasil Undian Babak Grup Liga Champions 2021-2022: Man City Segrup dengan PSG, Barcelona Jumpa Bayern

10 Fakta Menarik Hasil Undian Liga Champions, Persaingan Ketat di Grup B

Jorginho

"Ini hal yang besar, saya kehabisan kata-kata. Rasa syukur saya tidak hanya untuk keluarga dan teman-teman, tetapi untuk rekan satu tim saya di klub dan negara, pelatih, serta penggemar," tutur Jorginho

"Saya juga harus berterima kasih kepada semua orang yang tidak percaya dan mengkritik saya. Mereka memberi saya lebih banyak dorongan, memotivasi untuk bekerja lebih keras dan lebih keras lagi untuk membuktikan bahwa mereka salah."

Jorginho jadi salah satu pemenang penghargaan yang sudah diberikan sejak 2011 itu selain dua 'alien' yang mendominasi sepak bola Eropa sedekade terakhir, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Ronaldo sudah tiga kali memenanginya sementara Messi dua kali. Lantas siapa saja pemain selain mereka, plus Jorginho, yang telah memenanginya?

1. Andres Iniesta (2011-2012)

Legenda Barcelona. UEFA memberikan bentuk apresiasi kepada Andres Iniesta, yang sebelumnya sempat menjadi kandidat pemenang Ballon d'Or, dengan penghargaan Pemain Terbaik Eropa. Iniesta mengalahkan dua kandidat lainnya, Ronaldo dan Messi.

Pada 2012 Barca hanya memenangi titel Copa del Rey, tapi dari level internasional Iniesta membantu Spanyol juara dua kali beruntun Piala Eropa. Iniesta bak pesulap dengan cara bermainnya.

Dia dapat mengontrol bola dengan sangat baik pada kedua kakinya, kerap melakukan penetrasi ke kotak penalti, dan berada di era kejayaan Barca dengan Xavi, Messi di bawah arahan Pep Guardiola. Kini di usia 37 tahun bermain di klub Jepang Vissel Kobe.

2. Franck Ribery (2012-2013)

Tahun 2013 menjadi tahun bersejarah kala Bayern Munchen memenangi treble winners. Franck Ribery salah satu aktor penting dalam skuad Bayern arahan Jupp Heynckes yang membantu kesuksesan tim.

Ribery memenangi penghargaan mengalahkan Ronaldo dan Messi, meski pada akhirnya gagal memenangi Ballon d'Or. Winger asal Prancis memiliki kualitas teknik bagus kala mendribel bola dari sisi sayap.

Di Bayern ia dengan Arjen Robben mendapatkan julukan 'Robbery' karena keduanya menghidupkan serangan sayap Bayern: Ribery di kiri dan Robben di kanan. Kini berusia 38 tahun Ribery masih aktif bermain, tetapi tak punya klub usai meninggalkan Fiorentina.

3. Luka Modric (2017-2018)

Musim 2017-2018 bersejarah untuk Real Madrid. El Real memenangi titel Liga Champions ke-13 mereka dan itu jadi musim terakhir Ronaldo membela klub. Tapi kali ini tiga kandidat pemenang penghargaan Pemain Terbaik direbutkan Modric, Ronaldo, dan Mohamed Salah.

Modric keluar sebagai pemenang dan ini merupakan bentuk penghargaan untuk pemain pada posisi gelandang (setelah Iniesta). Modric, dikenal sebagai Penyihir dari Kroasia, dengan kualitasnya mengatur ritme bermain dan visi serta operan bola akurat.

Modric kini berusia 35 tahun tapi masih aktif bermain di Madrid pada tahun kesembilannya membela klub.

4. Virgil van Dijk (2018-2019)

Satu-satunya bek yang memenangi penghargaan Pemain Terbaik Eropa versi UEFA. Tak lama setelah ditransfer Liverpool sebesar 75 juta poundsterling dari Southampton, Virgil van Dijk secara signifikan meningkatkan kualitas Liverpool di lini belakang.

Sang raksasa membuat pertahanan Liverpool sulit ditembus. Pada 2019 The Reds memenangi Liga Champions dan di 2020 menjuarai Premier League. Van Dijk mengalahkan Messi dan Ronaldo dalam memenangi penghargaan tersebut dengan 305 poin (Ronaldo 74 poin dan Messi 207 poin). Van Dijk kini masih membela Liverpool.

5. Robert Lewandowski (2019-2020)

Bayern memenangi treble winners kedua pada 2020 dan kali ini di bawah arahan Hans-Dieter Flick. Itu juga jadi musim terbaik Robert Lewandowski yang menorehkan banyak gol pada usia 32 tahun.

Tak ayal Eropa melihatnya sebagai kandidat ideal pemenang penghargaan. Striker asal Polandia mengalahkan De Bruyne dan Manuel Neuer dengan catatan mutlak 477 poin (De Bruyne 90 poin dan Neuer 66 poin).