BolaSkor.com - Memasuki perempat final Liga Champions musim 2020-2021 salah satu hasil pertemuan yang dinanti adalah Chelsea kontra Porto. Keduanya sudah cukup sering bertemu di Liga Champions dengan total pertemuan sejauh ini sebanyak delapan kali.

Chelsea memenangi lima dari delapan pertemuan melawan Porto dan terakhir bertemu di musim 2015-2016. Ketika berbicara mengenai Porto dan Chelsea bukan hanya sejarah mereka di Eropa dan baju yang juga berwarna biru yang dibicarakan, melainkan figur bernama Jose Mourinho.

Manajer asal Portugal saat ini melatih Tottenham Hotspur dan banyak dicibir karena stabilitas yang dimilikinya tak lagi sama. Jose Mourinho saat ini bak sosok pelatih yang 'hidup' karena ketenaran dan nama besar di masa lalu.

Usai dipecat Manchester United pada 2018 dan kemudian melatih Tottenham, Mourinho kesulitan membangun tim impian seperti halnya ketika ia menularkan sukses dari Porto ke Chelsea, lalu kemudian sukses di Inter Milan, Real Madrid, dan periode kedua melatih Chelsea.

Baca Juga:

Prediksi Porto Vs Chelsea: The Blues Pantang Anggap Remeh

Chelsea Semakin Berbahaya Usai Kalah dari West Brom

Nostalgia - Comeback Dramatis Chelsea Kontra Porto di Liga Champions

Jose Mourinho di Porto

Berbicara mengenai kesuksesan yang berlanjut cepat dari Porto hingga Chelsea, Jose Mourinho berkontribusi besar ketika ia menahbiskan dirinya sebagai The Special One

Kunci kesuksesan

Jose Mourinho melatih Porto pada 2002 dan dua tahun kemudian ia baru mendapatkan tim yang ideal. Salah satu hal menarik dari sesi latihannya adalah momen ia melatih 10 pemain sebagai antisipasi jika di laga resmi ada satu pemain menerima kartu merah.

Dengan taktik 4-3-3 Porto dijadikannya tim non-unggulan (underdog) yang mengerikan di Liga Champions. Dua titel Primeira Liga hal yang biasa karena Porto kekuatan besar di Portugal, pesaingnya 'hanya' Benfica dan Sporting Lisbon.

Puncaknya pada musim 2003-2004 Porto dibawa Mourinho juara Liga Champions mengalahkan Monaco dengan skor telak 3-0. Taktik yang diterapkan Mourinho di Porto adalah 4-3-3. Dalam skuadnya itu ia mengandalkan pemain seperti Ricardo Carvalho, Costinha, Deco, dan Paulo Ferreira.

Chelsea segera merekrutnya pada 2004 dan Mourinho mengklaim dirinya The Special One. Di Chelsea Mourinho sukses menjadikan klub kekuatan besar di Inggris dan mengganggu dominasi Manchester United arahan Sir Alex Ferguson.

Jose Mourinho sukses di Porto

Dia memenangi dua titel Premier League di periode pertama dan dua pemain yang sukses dengannya di Porto dibawa ke Chelsea, yakni Ricardo Carvalho dan Paulo Ferreira. Keduanya membantu Mourinho mengaplikasikan filosofi bermainnya.

Sayang, Jose Mourinho sudah tidak melatih Porto atau Chelsea saat ini. Pertemuan kedua tim di Liga Champions musim ini tentu akan dinantikannya.