BolaSkor.com - Keberhasilan Manchester City lolos dari hukuman pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP) menuai banyak kritik. Jose Mourinho dan Jurgen Klopp termasuk orang yang melakukan hal tersebut.

Februari lalu, UEFA menjatuhi hukuman larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua musim kepada Manchester City. Manajemen The Citizens dianggap melanggar aturan FFP dengan memanipulasi laporan keuangan terkait pendapatan dari sponsor.

Merasa tak bersalah, Manchester City kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Usaha itu pun membuahkan hasil pada Senin (13/7) setelah CAS menganulir hukuman UEFA.

Baca Juga:

Menilik Langkah Manchester City Selanjutnya Setelah Pembatalan Hukuman UEFA

Hukuman Manchester City Dibatalkan, Presiden LaLiga Javier Tebas Geram

Manchester City: Terima Kasih CAS

Mourinho menganggap ada yang aneh dari keputusan CAS. Pria berkebangsaan Portugal itu mempertanyakan denda senilai 10 juta euro yang harus dibayarkan Manchester City.

"Saya tidak tahu apakah Manchester City bersalah atau tidak, tapi ini keputusan yang memalukan. Jika anda tidak bersalah, anda seharusnya tidak membayar denda," kata Mourinho dilansir dari Goal.

"Jika mereka bersalah, keputusan ini juga memalukan dan harus dilarang ikut kompetisi. Saya pikir ini adalah akhir dari Financial Fair Play."

Kasus Manchester City ini memang menjadi preseden buruk penegakan aturan FFP. Bukan tidak mungkin klub besar lain akan melakukan pelanggaran serupa tanpa takut terkena hukuman yang berat.

Hal tak jauh berbeda juga diungkapkan Klopp. Ia khawatir aturan FFP akan dihapuskan dalam waktu dekat.

“FFP adalah ide yang bagus untuk melindungi tim dan kompetisi, sehingga tidak ada yang mengeluarkan uang secara berlebihan. Jika klub dan negara terkaya dapat melakukan apa yang ingin mereka lakukan, maka itu membuat sulit karena kini tergantung dari siapa pemilik klub," kata Klopp.

"Saya hanya berharap kita tetap pada sistem FFP ini. Jika tidak ada yang peduli lagi, itu akan membuat kompetisi semakin sulit."

UEFA sendiri sudah menyatakan sikap untuk tetap berkomitmen menegakkan aturan FFP. Keputusan CAS tersebut harus diakui di luar wewenang mereka.