BolaSkor.com - Posisi klasemen sementara Persebaya Surabaya tidak lebih baik dibandingkan Persija Jakarta yang menjadi lawan pada pertandingan pekan kesembilan Liga 1 2021/2022. Namun, dalam duel klasik ini, Persebaya punya kenangan. Mereka ingin mengulang sukses dua tahun lalu.

Pada pertandingan yang digeber di Stadion Manahan, Solo (26/10) malam, Persebaya bertekad mengulang hasil kompetisi Liga 1 pada 17 Desember 2019 lalu. Saat itu, Bajol Ijo sukses merusak laga yang juga menjadi perpisahan legenda sepak bola Indonesia, Bambang Pamungkas. Persebaya mampu mencuri poin penuh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dengan skor 2-1.

Nah, catatan tersebut diharapkan dapat memotivasi Taisei Marukawa dkk untuk meraih kemenangan. "Ya memang saya masih ingat ketika melatih Persebaya pada musim 2019, melawan Persija (menang) di Senayan. Mudah-mudahan pertandingan berikutnya kami (kembali) bisa meraih hasil maksimal," ujar pelatih Persebaya Aji Santoso dalam sesi jumpa pers virtual (25/10) siang.

Baca Juga:

Persib Usung Dua Misi saat Bentrok dengan PSIS

Persija Dihadapkan Persoalan Keletihan Kontra Persebaya, Angelo Alessio Mencoba Tenang

Pelatih 51 tahun tersebut mengaku tak silau dengan kekuatan lawan yang memetik dua kemenangan dari tiga laga terakhirnya. Dimana komposisi pemain Macan Kemayoran, julukan Persija, cukup berkualitas. Tidak ada perbedaan antara pemain inti dengan cadangan.

"Menurut saya tidak mudah, karena tim (Persebaya) ndak komplit. Dibandingkan dengan Persija yang dihuni pemain-pemain berpengalaman. Tapi, semua bisa terjadi. Saya akan menyiapkan tim saya dengan maksimal," tegas Aji.

Persebaya tidak dapat menurunkan para pemain yang tengah membela timnas Indonesia U-23. Mereka adalah kiper Ernando Ari Sutaryadi, bek Rizky Ridho Ramadhani, kapten Rachmat Irianto dan wonderkid Marselino Ferdinan. Sebelumnya, tim asal Kota Pahlawan ini tidak diperkuat kiper Satria Tama dan bek kanan Koko Ari Araya yang tengah cedera.

Belum lagi absennya gelandang serang Ricky Kambuaya karena akumulasi kartu. Ditambah keputusan sanksi yang dijatuhkan Komite Disiplin PSSI secara mendadak kepada Bruno Moreira Soares. Alhasil, kondisi ini membuat Aji harus menyusun ulang strategi Persebaya pada laga nanti.

"(Sebenarnya) persiapan cukup bagus. Tetapi saya dikejutkan kabar Bruno gak bisa main, (padahal) aturannya kartu merah tidak bisa main satu kali. Sementara persiapan taktikal menggunakan Bruno, ini yang membuat kami kebingungan," keluhnya.

"Meskipun dua pemain kunci kami tidak bisa main, kami tetap berusaha dengan memaksimalkan pemain yang ada. Secara permainan, meski komposisi pemain tidak komplit sudah puas," tambah pelatih asli Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut.

Menariknya, dua tim dalam duel ini juga sama-sama merasakan keputusan kontroversial wasit di laga sebelumnya. Jika Persebaya dirugikan oleh wasit Musthofa Umarella, sementara Persija protes atas kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra. Karena itu, Aji berharap wasit di laga nanti dapat memimpin pertandingan dengan adil dan menjunjung fair play.

"Ke depan bagaimana pun, wasit dan hakim garis harus introspeksi diri. Kerjanya kan gampang hanya mengamati. Kalau gak bisa ya disayangkan karena (wasit) dibekali laws of the game sepak bola," pungkas Aji. (Laporan Kontributor Keyzie Zahir/Surabaya)