BolaSkor.com - "Hidup saya berubah drastis. Saya selalu mengendarai sepeda motor sejak ibu melahirkan saya. Sekarang mereka menyuruh saya berhenti. Saya harap tak ada orang lain yang mengalaminya," kata Andrea Iannone.

Tujuh tahun berlalu sejak Iannone mengawali kariernya di dunia MotoGP. Saat itu dia bergabung dengan Pramac Ducati selama dua tahun sebelum promosi ke tim pabrikan Ducati pada 2015.

Ketika itu, pembalap kelahiran Vasto tersebut digadang-gadang bakal merepotkan Marc Marquez di dunia MotoGP. Maklum, Iannone menempati peringkat ketiga Moto2 saat Marquez menjadi juara.

Tujuh tahun berselang sejak debutnya. Kini, Iannone sedang menunggu hasil sidang paling penting sepanjang hidupnya. Kariernya sebagai pembalap dipertaruhkan dalam persidangan di Pengadilan Arbitrase Internasional (CAS).

Baca Juga:

Nasib Mirip Dua Pembalap Tercepat di MotoGP Prancis 2020

Sial Terus, Apakah Valentino Rossi Perlu Diruwat?

Andrea Iannone

Sejenak, pikiran pembalap asal Italia tersebut melayang ke 10 bulan sebelumnya. Tepatnya saat MotoGP Malaysia, ketika tes urine-nya terbukti mengandung substansi yang dilarang oleh Badan Anti Doping Internasional (WADA).

Ketika itu ditemukan drostanolone, streoid yang terlarang untuk atlet oleh WADA. Iannone pun dijatuhi hukuman larangan membalap selama 18 bulan.

Tak ingin diam saja, Iannone menyewa tim pengacara untuk membela kebenaran. Dia berdalih, drostanolone masuk ke dalam tubuhnya akibat konsumsi daging selama di Asia dengan menyajikan bukti tes sampel rambut.

Babak akhir persidangan antara Iannone melawan WADA pun bakal berlansung pada Kamis (15/10). Masa depannya sebagai pembalap MotoGP akan menemui jawaban setelah persidangan tersebut.

Beruntung bagi Iannone memiliki tim seperti Aprilia. Alih-alih memutus kontrak sang pembalap, pabrikan asal Italia tersebut memilih untuk menunggu hasil keputusan sidang.