BolaSkor.com - Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengindikasikan timnya terlalu banyak dihuni pemain yang kurang memberikan dampak. Klopp tidak keberatan jika komposisi skuad The Reds lebih ramping.

Liverpool tidak banyak melakukan aktivitas di bursa transfer hingga saat ini. Hal tersebut tak terlepas dari komposisi skuad yang sudah sesak.

Untuk dapat memboyong pemain anyar, Liverpool perlu menjual penggawa terlebih dahulu. Selain memberikan ruang, uang hasil penjualan juga sangat berguna untuk mendanai transfer.

Baca Juga:

Capai Kesepakatan Personal soal Thiago, Masalah Kini Ada pada Negosiasi Liverpool-Bayern

Usai Rekrut Van de Beek, Manchester United Ingin Tikung Liverpool

Liverpool Tak Punya Uang Beli Thiago, Bayern Munchen Ogah Menunggu

Jurgen Klopp

Kabarnya, Liverpool bersedia menjual Marko Grujic, Harry Wilson, dan Xherdan Shaqiri. Ketiganya berpotensi membuat Liverpool mendapatkan dana tak kurang dari 70 juta euro. Namun, pandemi virus corona yang menghantam perekonomian dunia membuat semuanya menjadi sulit.

Klopp sadar betul jika Liverpool perlu memilih pemain dalam tim untuk mengarungi musim 2020-2021. Namun, sepinya peminat membuat situasi serba sulit. Klopp menilai, kuantitas pemain Liverpool melebihi batas.

"Solusinya tidak bisa memiliki skuad jauh lebih besar untuk momen tertentu dan kemudian menyadari bahwa Anda tidak bisa menggunakan semua pemain," kata Klopp seperti dilaporkan Liverpool Echo.

"Para pemain ini hanya ingin bermain sepak bola karena tahu mereka dibutuhkan untuk hal itu. Mereka semua adalah manusia dan tidak ada yang dapat ditahan selama satu tahun, kemudian pada hari terakhir baru diberi tahu jika kami membutuhkannya."

"Kami tidak dapat menahan seseorang di halaman belakang dan membawa mereka pada momen yang menentukan. Itu tidak akan membantu. Ukuran skuad tidak terlalu penting bagi saya. Kualitas skuad yang sangat penting."

Pandangan Jurgen Klopp memang bisa dipahami. Contohnya, untuk bisa mendapatkan Thiago Alcantara, Liverpool perlu menjual Georginio Wijnaldum terlebih dahulu.