BolaSkor.com - Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, meminta UEFA mengambil tindakan atas dugaan pelanggaran financial fair play (FFP) yang dilakukan Paris Saint-Germain dan Manchester City. Klopp menilai, FFP adalah peraturan yang berdampak positif bagi klub.

Majalah asal Jerman, Der Spiegel, mengejutkan publik usai melansir kabar Manchester City dan Paris Saint-Germain bersongkokol dengan UEFA untuk lolos dari jeratan hukuman FFP.

Laporan itu menyebut, Sheiks Mansour telah meneken kesepakatan dengan perusahaan asal Abu Dhabi untuk menggunakan kekayaan pemilik mereka dalam rangka memenuhi peraturan FFP. Hal serupa juga dilakukan PSG untuk menghindari hukuman.

Hal tersebut membuat Jurgen Klopp angkat suara. Klopp meminta UEFA mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah.

"Saya mendengar cerita Der Spiegel, namun belum membacanya sejauh ini. Benar-benar sulit untuk berkomentar, namun apa yang bisa saya katakan secara umum adalah FFP sangan bagus. Kami selalu memikirkan itu," jelas Klopp seperti dilansir FourFourTwo.

"Jika itu yang terjadi, UEFA harus melakukan sesuatu. Namun, saya belum mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya terjadi. Saya hanya tahu itu tentang PSG dan Man City," katanya.

Pada musim ini, Liverpool bisa dibilang sebagai satu di antara klub paling boros di Premier League. Tidak heran, cibiran miring bermunculan, satu di antaranya adalah mengenai FFP. The Reds menghabiskan lebih dari 100 juta pounds untuk menggaet amunisi anyar seperti Fabinho, Alisson hingga Xherdan Shaqiri.

"Saya tidak mengetahui apakah ada klub lain yang dibicarakan. Itu saja yang bisa saya katakan. Saya pikir FFP sangat bagus karena itu menjadi peraturan pada hal-hal seperti itu."

"Bila semuanya baik-baik saja, semua tetap akan baik. Jika tidak, harus ada seseorang yang melakukan sesuatu," ungkap sang manajer.

UEFA membuat peraturan FFP untuk mengatur pengeluaran klub. Klub tidak boleh mencatatkan pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan. Sejumlah klub dari Italia pernah merasakan pahitnya hukuman FFP.