BolaSkor.com - Bayern Munchen dan Jurgen Klopp harusnya bisa menjadi sebuah kombinasi ideal untuk meraih berbagai trofi bergengsi. Sayang keduanya hingga kini seperti tak berjodoh.

Sebagai klub tersuskses Jerman, Munchen memiliki hobi melemahkan para rival dengan merekrut pemain terbaiknya. Hal ini membuat Die Roten mendominasi Bundesliga dalam jangka waktu yang lama.

Kebijakan ini beberapa kali juga Munchen terapkan dalam mencari pelatih. mereka pernah membajak Otto Rehhagel, Ottmar Hitzfeld, dan Felix Magath dari klub-klub rival seperti Werder Bremen, Borussia Dortmund, dan Stuttgart.

Namun hal serupa tak dilakukan kepada Klopp. Padahal, sang pelatih pernah merusak dominasi Munchen saat menangani Dortmund pada periode 2008 hingga 2015.

Baca Juga:

Sejumlah Statistik Menarik dari Juara Bertahan Bundesliga Delapan Kali Beruntun, Bayern Munchen

Manchester United Diminta Tantang Bayern Munchen Bajak Leroy Sane

Ikuti Kata Hati, Legenda Bayern Munchen Bangkit dari Pensiun dan Perkuat Groningen

Hal ini menimbulkan opini bahwa Munchen dan Klopp memiliki hubungan yang buruk. Apalagi sang pelatih pernah melontarkan kritik tajam kepada klub yang bermarkas di Allianz Arena itu saat membajak bintang-bintang Dortmund.

Tudingan tersebut dengan tegas dibantah pihak Munchen melalui presiden klub, Karl-Heinz Rummenigge. Ia menjelaskan alasan kuat tak menunjuk Klopp sebagai pelatih.

"Jurgen Klopp adalah pelatih hebat dan orang yang sangat terhormat. Dia tidak berbicara berlebihan kepada semua orang tentang betapa hebatnya dia," kata Rummenigge kepada Sport Bild.

“Setiap kali kami mencari pelatih, Jurgen selalu terikat kontrak. Tapi jangan lupa bahwa kita telah diberkati dengan pelatih top lainnya dalam beberapa tahun terakhir seperti Jupp Heynckes, Pep Guardiola, Louis van Gaal dan sekarang Hansi Flick."

Sebagai seorang pelatih, Klopp merupakan salah satu sosok yang menghormati kontraknya dengan klub. Ia mungkin pernah menolak tawaran Munchen ketika menangani Dortmund atau bahkan Liverpool.

Namun peluang Munchen dan Klopp untuk berjodoh di masa depan masih terbuka lebar. Rummenigge juga tak menampik hal tersebut.

"Ketika Anda mencari seorang pelatih, waktunya harus tepat," pungkasnya.