BolaSkor.com - Kegagalan Juventus mengalahkan Villarreal pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2021-2022 membuat kecewa sang pelatih, Massimiliano Allegri. Ia menunjuk satu nama sebagai biang kerok.

Dalam laga yang berlangsung di El Madrigal, Rabu (23/2) dini hari WIB, kedua tim harus puas bermain imbang 1-1. Hasil ini membuat peluang Juventus dan Villarreal masih sama besar untuk lolos ke perempat final.

Meski bertindak sebagai tamu, Juventus mampu mengawali laga dengan baik. Bianconeri langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan 32 detik melalui sepakan Dusan Vlahovic.

Baca Juga:

Banjir Rekor dan Pujian Pada Debut Liga Champions Dusan Vlahovic

Villarreal 1-1 Juventus: Bianconeri Masih Alergi Kemenangan

Belum Berakhir, 3 Klub Liga Super Eropa Agendakan Laga Uji Coba

Namun Juventus gagal mempertahankan keunggulan tersebut hingga laga usai. Gawang Wojciech Szczesny harus kebobolan melalui sepakan Dani Parejo pada menit ke-66.

Momen ini menjadi puncak kekecewaan Allegri. Ia menilai gol balasan Villarreal tak harus terjadi karena sudah dipelajari sebelumnya.

Allegri pun menunjuk Adrien Rabiot sebagai orang yang paling bersalah dalam momen tersebut. Gelandang berkebangsaan Prancis itu memang luput mengawasi pergerakan Parejo karena terpaku dengan bola.

“Itu adalah kesalahan yang menentukan. Parejo benar-benar sendirian di dalam kotak,” kata Allegri kepada Mediaset.

“Mereka tidak memiliki penyerang tengah, jadi tidak bisa melakukan umpan panjang. Kami tahu bahwa harus waspada dengan situasi ini."

Dalam pertandingan tadi, Villarreal memang tampil tanpa penyerang murni. Unai Emery memainkan Giovani Lo Celso dan Arnaut Danjuma sebagai ujung tombak.

Hal ini membuat rotasi pemain di barisan depan Villarreal lebih sering terjadi. Salah satunya terjadi pada momen gol Parejo yang merangsek ke kotak penalti meski berposisi sebagai gelandang bertahan.

"Itu situasi enam lawan satu, Rabiot tidak mengikutinya dan kami tetap diam. Kami seharusnya bertahan dengan lebih baik," tambahnya.

Meski membuat kesalahan fatal, Allegri tetap memainkan Rabiot hingga pertandingan usai. Keputusan ini nyaris berbuah petaka karena mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) itu nyaris menerima kartu merah karena melakukan pelanggaran keras kepada Samu Chukwueze.