BolaSkor.com - Juventus akan mengakhiri tahun 2018 dengan laga pekan 19 Serie A melawan Sampdoria, hari ini (29/12) pukul 18.30 WIB. Bianconeri sudah dipastikan mengakhiri paruh musim pertama Serie A sebagai juara.

Juventus akan berusaha kembali meraih tiga poin setelah ditahan imbang 2-2 oleh Atalanta di Serie A boxing day beberapa waktu lalu. Plus, Juve juga ingin menjaga rekor tak pernah kalah mereka di Serie A.

18 giornata berlangsung di Serie A, Juventus menang 16 kali dan dua kali imbang, hingga meraih 50 poin. Jarak itu sudah terpaut jauh dari Napoli (41 poin) dan Inter Milan (36 poin).

Kendati demikian, Juventus tak bisa begitu saja meremehkan Sampdoria yang sedang menjadi kuda hitam petarung zona Eropa. Tim berjuluk I Blucerchiati ada di peringkat lima dengan raihan 29 poin.

Baca Juga:

Taklukkan AS Roma, Juventus Juara Paruh Musim Serie A 2018-2019

Fabio Quagliarella, Dibuang Juventus hingga Ciptakan Sejarah Serie A

Penyerang mereka, Fabio Quaglirealla, juga sedang on fire dengan torehan 11 gol - terpaut satu gol di bawah Cristiano Ronaldo. Qualirealla bak istilah tua-tua keladi. Berusia 35 tahun, kondisinya masih prima dan dia masih jadi salah satu striker top di Italia.

Cristiano Ronaldo dan Fabio Quagliarella

"Anda bisa membandingkannya dengan Ronaldo. Dia punya persentase tendangan sangat tinggi, dia selalu mencetak gol, dan tentu saja, dia pernah mengenakan jersey Juventus, Saya lebih suka memanggilnya Quagliarella kami," tutur Marco Giampaolo, pelatih Sampdoria.

Selama memperkuat Juventus dari tahun 2010 hingga 2014, Quagliarella mengemas 30 gol dan sembilan assists. Kini, dia ujung tombak andalan di lini depan Il Samp meski usianya tak lagi muda.

Quaqliarella punya jumlah tendangan tepat sasaran terbanyak Sampdoria musim ini sebanyak 30 kali. Dia tertinggal 22 tendangan akurat dari Ronaldo yang menempati urutan teratas jumlah tendangan tepat sasaran terbanyak.

Satu lagi keunggulan pengemas 25 caps dan tujuh gol dengan timnas Italia adalah tingkat konversi gol yang lebih baik. Pasca Bolaskor.com mencari data dari statistik di Squawka, dari 25 tendangan tepat sasaran dan 54 percobaan ke gawang lawan, Quagliarella mencetak 11 gol dengan tingkat konversi gol yang lebih baik dari Ronaldo.

Ronaldo membutuhkan 116 percobaan tendangan, 42 tepat sasaran, 43 akurasi tendangan, untuk mencetak 12 gol di Serie A. Itu bisa diartikan jika Quagliarella lebih efektif dibanding Ronaldo.

Duel dua penyerang yang hanya terpaut usia dua tahun itu akan sangat dinantikan. Baik Ronaldo dan Quagliarella sama-sama sedang dalam performa bagus, tinggal menanti bagaimana pertahanan kedua tim bertahan kolektif menghadapi mereka.