BolaSkor.com - Pemerintah Indonesia memastikan bahwa saat ini pesepak bola dan atlet sudah dianggap sebagai profesi bukan sekadar hobi. Hal itu dibuktikan dengan pemberian perlindungan dan kesejahteraan bagi mereka lewat BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.

Pemain dan atlet lewat klub mereka masing-masing didorong untuk mendaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK. Dengan demikian, nantinya pemain akan mendapat empat program jaminan, yaitu Jaminan Kecelakaan, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun.

"Kami sudah bersama-sama Kemenaker (Kementerian Tenaga Kerja), waktu PON semua atlet dan ofisial dilindungi BPJAMSOSTEK, Asian Games 2018 juga. Kami tahu Liga 1 sudah semua (mendaftar). Risiko olahragawan itu tinggi dan dia harus cepat recovery, di situ kami hadir," kata Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Anggoro Eko Cahyo di Menara BNI, Jakarta, Selasa (30/11).

"Saat dia mengalami cedera atau kecelakaan dalam latihan, dalam perjalanan menunju pertandingan, atau saat pertandingan, kami akan cover sampai sembuh. Makanya kami imbau klub untuk mendaftarkan pemainnya dan melaporkan upah mereka sebenar-benarnya," ujarnya menambahkan.

Baca Juga:

PSSI Targetkan Proses Naturalisasi 4 Pemain Keturunan Selesai Awal 2022

Piala AFF 2020: Timnas Indonesia Diingatkan untuk Siap Secara Mental dan Fisik

Program dari BPJAMSOSTEK ini pun mendapat dukungan dari Kemenaker. Menaker Ida Fauziyah mengatakan jaminan kesehatan untuk atlet dan pesepak bola merupakan langkah bagus.

Dengan adanya program ini Ida Fauziyah berharap anak-anak Indonesia tidak memupus asa mereka menjadi pesepak bola hanya karena takut hari tuanya tidak terjamin. Sebab atlet sudah masuk profesi dan jaminan juga dijamin karena adanya perlindungan dan kesejahteraan yang bagus.

"Saya senang sekali dengan kolaborasi yang sudah dilakukan ini. Dari Pak Huda (Ketua Komisi X DPR-RI) tentu juga atas bimbingan Gus Muhaimin iskandar dan dukungan dari BPJS serta tentunya dari PSSI,” tutur Ida Fauziyah.

"Ini akan menjawab mindset anak-anak yang hanya menjadikan dokter sebagai cita-cita, padahal olahraga sebagai profesi juga menjadi masa depan yang menjanjikan.”

"Dan tentu untuk menjawab itu saya kira saya juga senang apa yang dilakukan Komisi X yang mencoba melihat, membantu faktor kesejahteraan atlet kita," ujarnya.

Sementara itu, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani menyambut baik apa yang dilakukan BPJAMSOSTEK dan Kemenaker. Hasani mengaku baru tahu kalau selama ini ternyata para pesepak bola belum mendapat Jaminan Hari Tua hingga Jaminan Pensiun.

"Kalau ini baru dimulai ya tidak ada yang terlambat, ini cukup bagus karena atlet dulu itu cuma sekadar hobi, kalau main bola nantinya mereka bisa bekerja di kantor pemerintahan, kantor BUMN, tapi hari ini pilihan mereka sebagai profesional,” ujar Hasani.

"Di dalam profesional tentu ada tuntutannya mereka harus main bagus supaya nilai naik, nah kalau nilai naik tentu ini akan orang akan proteksi dia, dalam proteksi ini tentunya klub yang membeli tidak mau rugi lewat kerjasama dengan BPJS tentu ini jadi terukur dan saya pikir ini jadi jalan terbaik untuk bisa berjalan tidak hanya di sepak bola tapi juga di atlet lainnya,” ucapnya.