BolaSkor.com - Malaga pernah menjalani sebuah kisah indah layaknya dongeng kala berlaga di Liga Champions 2012-2013. Berstatus sebagai debutan, klub asal Spanyol itu mampu menembus perempat final.

Kisah kesuksesan Malaga sebenarnya dimulai sejak tahun 2010. Saat itu anggota kerajaan Qatar bernama Sheikh Abdullah Bin Nassar Al-Thani membeli klub ini dengan dana 36 juta Euro.

Setelah itu, Malaga yang awalnya medioker mulai bertransformasi menjadi klub besar. Sejumlah pemain berkategori bintang didatangkan ke La Rosaleda.

Meski begitu, prestasi Malaga tak serta merta langsung melonjak. Mereka baru mendapatkan tiket ke Liga Champions setelah finis di peringkat empat La Liga musim 2011-2012.

Pada debutnya di kompetisi antar klub-klub elit Eropa, Malaga nampak tak canggung. Manuel Pellegrini selaku pelatih mampu meracik timnya menjadi salah satu kuda hitam yang patut diwaspadai.

Baca Juga:
16 Tahun Kenangan Remontada Deportivo La Coruna atas AC Milan di Liga Champions

Rio Ferdinand Lebih Gugup Hadapi Chelsea ketimbang Barcelona di Liga Champions

Marcos Llorente Kenang Malam Istimewa di Anfield dengan Cara Unik

Los Boquerones mampu lolos dari fase grup. Langkah mereka juga tak mampu dibendung FC Porto pada babak 16 besar.

Sayang kisah Malaga harus berakhir di babak perempat final. Mereka kalah dengan agregat 2-3 dari Borussia Dortmund.

Pada leg pertama, Malaga yang bertindak sebagai tuan rumah hanya mampu bermain imbang tanpa gol. Hal ini membuat Javier Saviola dan kawan-kawan berada di posisi sulit.

Keajaiban seperti akan kembali diciptakan Malaga ketika pada pertemuan kedua sempat unggul 2-1 hingga menit ke-90. Namun dewi fortuna kali ini nampak lebih berpihak kepada Dortmund yang secara ajaib mencetak dua gol di masa injury time.

Sejak saat itu, Malaga tak lagi mampu mengulangi kisah tersebut. Mereka secara perlahan kembali menjadi klub medioker.

Meski begitu, skuat Malaga musim 2012-2013 tetap patut dikenang. Tim ini menghadirkan sebuah kisah yang menginspirasi.

Sebelas pemain utama Malaga yang tampil di semifinal Liga Champions 201-2013 sudah pergi dari klub. BolaSkor.com coba megajak pembaca untuk menengok nasib terkini mereka:

1. Willy Caballero

Willy Caballero


Willy Caballero merupakan kiper utama Malaga pada musim 2012-2013. Pemain berkebangsaan Argentina itu memenangi persaingan dengan Idrus Kameni.

Ia tampil cukup apik ketika menghadapi Dortmund di babak perempat final Liga Champions 2012-2013. Terbukti Caballero mampu menjaga gawangnya tetap clean sheet pada pertemuan pertama.

Sayang karier Caballero tak berlangsung lama d Malaga. Semusim setelah itu, ia hengkang ke Manchester City mengikuti jejak Pellegrini.

Musim ini Caballero masih bermain di Premier League. Ia menjadi deputi Kepa Arrizabalaga di Chelsea.

2. Vitorino Antunes

Vitorino Antunes sebenarnya bukan bek kiri utama Malaga pada musim 2012-2013.Ia tampil di perempat final Liga champons karena Nacho Monreal absen karena cedera.

Kariernya pun tak berlangsung lama di Malaga. Ia hengkang ke Dynamo Kyiv pada musim dingin 2015.

Saat ini Antunes bermain untuk Getafe. Namun ia baru tampil satu kali di LaLiga musim 2019-2020.

3. Weligton Oliveira

Weligton Oliveira salah satu bek andalan Malaga musim 2012-2013. Terbukti ia mencatatkana penampilan sebanyak 43 kali musim tersebut.

Weligton bermain sejak meneit pertama ketika menjamu Dortmund di leg pertama perempat final Liga Champions. Ia berduet dengan Martin Demichelis.

Sayang ia menerima kartu kuning dalam pertandingan tersebut. Hal itu memaksa Weligton absen di leg kedua karena akumulasi kartu.

Weligton salaha satu pemain paling loyal yang dimiliki Malaga. Ia membela klub ini sejak 2008 hingga pensiun pada 2017 silam.

Setelah gantung sepatu, tidak diketahui secara pasti apa yang dilaukan Weligton. Namun ia beberapa kali terlihat menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Malaga.

4. Martin Demichelis

Martin Demichelis


Martin Demichelis saat itu menjadi bek andalan Malaga bersama Weligton. Ia hanya absen sekali di ajang Liga Champions 2012-2013.

Namun karier Demichelis ak berlangsung lama di Malaga. Pada akhir musim tersebut, ia memutuskan hengkang ke Atletico Madrid.

Demichelis sempat kembali ke Malaga pada musim panas 2017. Namun tak lama kemudian, pemain berkebangsaan Argentina itu justru memutuskan untuk pensiun.

Setelah gantung sepatu, Demichelis kini menjadi salah satu duta Bayern Munchen. Ia sempat mengunjungi Indonesia tahun lalu.

5. Jesus Gamez
Pemain berkebangsaan Spanyol ini merupakan bek kanan utama Malaga di musim 2012-2013. Jesus Gamez tampil sejak menit pertama kala bersua Dortmund di babak perempat final Liga Champions.

Gamez merupakan produk asli akademi Malaga. Ia dipromosikan ke tim senior pada tahun 2005.

Saat ini Gamez berstatus tanpa klub. Newcastle United menjadi klub terakhir yang dibelanya.

6. Manuel Iturra
Pemain berkebangsaan Chile itu merupakan gelandang bertahan andalan Malaga musim 2012-2013. Terbukti, Manuel Iturra hanya dua kali absen di ajang Liga Champions.

Iturra dikenal sebagai pemain yang gemar gonta-ganti kLUB. Saat ini ia pulang ke negaranya untuk membela CD Iquique.

7. Jeremy Toulalan
Jeremy Toulalan merupakan salah satu bintang yang direkrut oleh Malaga sejak dimiliki taipan Qatar. Mantan pemain Timnas Prancis itu membela klub ini sejak 2011.

Toulalan merupakan salah satu kunci sukses Malaga di musim 2012-2013. Ia menjalankan tugasnya sebagai jendral lapangan tengah dengan baik.

Namun di akhir musim 2012-2013, Toulalan memutuskan hengkang ke AS Monaco. Ia kemudian gantung sepatu secara kontroversial usai mengundurkan diri dari Bordeaux pada Februari 2018.

8. Isco

Isco


Penampilan impresif Malaga di musim 2012-2013 tak lepas dari peran penting Isco. Pemain yang didatangkan dua musim sebelumnya merupakan kreator serangan andalan Pellegrini.

Isco tampil dalam 47 laga bagi Malaga musim tersebut. Ia total mencetak tiga gol dan empat assist di Liga Champions.

Namun peran Isco berhasil dimatikan para pemain Dortmund di babak perempat final. Ia seperti tenggelam dalam dua pertemuan tersebut.

Di akhir musim, Isco hengkang dari Malaga ke Real Madrid. Hingga saat ini, ia masih membela klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut.

9. Julio Baptista

Musim 2012-2013 sebenarnya bukan penampilan terbaik seorang Julio Baptista. Pemain berkebangsaan Brasl itu harus menepi di paruh musim pertama karena cedera yanag cukup parah.

Namun selepas tahun baru, ia sudah dapat bermain kembali. Tempat utama di lini tengah Malaga pun menjadi miliknya.

Pada pertemuan pertama kontra Dortmund, Baptista tampil sebagai gelandang serang. Tugasnya tak hanya melayani Javier Saviola, tapi juga mencetak gol.

Namun Baptista gagal melakukannya. Pertahanan rapat Dortmund tak mampu ditembusnya hingga ia digantikan pada menit ke-78.

Mirip seperti bintang Malaga lainnya, Baptista memilih hengkang di akhir musim 2012-2013. Ia kemudian memutuskan gantung sepatu pada 2019 setelah kontraknya berakhir bersama CFR Cluj.

10. Joaquin Sanchez

Joaquin Sanchez mencoba membangun kariernya kembali bersama Malaga setelah gagal total di Valencia. datang ke La Rosaleda sejak 2011.

Joaquin berhasil menunjukkan performa yang cukup baik bersama Malaga di musim 2012-2013. Ia total menyumbang delapan gol dan sepuluh assist dari 45 laga di musim tersebut.

Saat ini Joaquin sudah berusia 38 tahun. Namun ia masih tampil sebagai pemain inti di klub yang membesarkan namanya, Real Betis.

11. Javier Saviola

Javier Saviola


Javier Saviola datang ke Malaga setelah melewati masa keemasan dalam kariernya. Namun ia tetap menjadi andalan utama Pellegrini di lini depan.

Ketajaman Saviola memang kurang terlihat di ajang Liga Champions. Ia hanya mampu mencetak satu gol pada musim tersebut.

Mantan pemain Barcelona itu hanya tampil selama 68 menit ketika Malaga menjamu Dortmund di leg pertama perempat final. Namun hal itu tak bisa mengabaikan besarnya kontribusi Saviola.

Saviola memutuskan gantung sepatu paada tahun 2016. Setelah itu ia sempat menjadi asisten pelatih klub Andorra, FC Ordino.